www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Sabtu, 21 Maret 2015

Penasihat Teknis di Dua Tim


Subangkit sebelum mendampingi anak asuhnya berlatih.
Nama Subangkit termasuk pelatih papan atas di Indonesia. Namun, kini dia pilih pulang kampung. Mengapa?


SEORANG lelaki bertopi datang ke Stadion R. Soedrasono, Pogar, Kabupaten Pasuruan, pada Sabtu pagi itu (21/3/2015). Semua orang datang dan menyalaminya.

Ya, dia adalah salah satu putra daerah yang namanya sudah menasional di persepak bolaan Indonesia, Subangkit. Musim lalu, namanya masih menjadi nakhoda salah satu tim Indonesia Super League (ISL), Sriwijaya FC Palembang, Sumatera Selatan.

''Sekarang Sriwijaya FC enak pelatihnya (Benny Dolo), Dengan uang yang banyak, dia bisa memilih yang dimau,'' kata Subangkit sambil membetulkan kursi yang diduduknya di pinggir lapangan.

Padahal, saat Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC, ditanganinya, dia kesulitan memboyong pemain berkualitas; Hanya Asri Akbar, terangnya, yang berlabel bintang bisa direkrutnya.

''Status Asri kan pemain cadangan di Persib Bandung. Dia kalah sama Hariono. Saat saya tawari ke Sriwijaya langsung mau,'' ungkap Subangkit.

Dia pun mengaku tak kecewa saat tak lagi dipercaya memoles tim asal Kota Musi tersebut. Baginya, berpindah-pindah klub sudah bukan hal yang asing baginya.

Ya, memulai karir sebagai pelatih di klub internal Persebaya Surabaya,Suryanaga, lelaki 56 tahun tersebut naik namanya saat memoles Persekabpas Kabupaten Pasuruan. Tim asal selatan Surabaya tersebut menembus level tertinggi di ajang Divisi Utama.

Setelah itu, Persema Malang dan Persela Lamongan pun menjadikan Subangkit sebagai arsitek tim. Subangkit juga pernah menangani Persebaya Surabaya. Tim yang juga pernah dibelanya tersebut sempat menjadi kandidat kuat menembus ISL. Sayang, prestasi itu gagal dipertahankannya hingga akhir musim karena dia memilih mengundurkan diri.

Usia dari Persebaya, dia pun menjadi arsitek tim Persiwa Wamena. Namun, dia gagal bersinar dengan tim asal Papua tersebut.

Di saat sinarnya mulai redup, Subangkit pun dipercaya memoles Sriwijaya FC U-21 di musim 2013. Di tangannya, tim tersebut mampu menjadi juara ISL U-21.

Nah, sentuhan itu mengangkat kembali namanya. Manajemen Sriwijaya FC pun mempromosikannya menjadi pelatih senior menggantikan Kashartadi yang gagal di musim 2013.

''Kini, saya pulang kampung dulu. Namun, hampir setiap hari, saya datang ke Stadion Pogar ini,'' ungkapnya.

Ini, ucapnya, bukan berarti dia menangangi Persekabpas lagi atau menukangi tim Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kabupaten Pasuruan. Kedua tim tersebut, ujarnya, sudah punya pelatih kepala sendiri-sendiri.

''Tapi, saya terlibat di kedua tim tersebut sebagai penasihat teknis. Jabatan saya di Askab PSSI Kabupaten Pasuruan kebetulan komisi pelatih,'' tambah Subangkit.

Jabatan tersebut yang akan terus diembannya sambil menunggu tawaran melatih lagi di level Divisi Utama atau ISL. Kegiatannya  tersebut juga sebagai pengabdian kepada daerah asalnya.(*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com