www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Jumat, 13 Maret 2015

Pensiun Muda, Pernah Terjerat Narkoba

ASISTEN: Agus Winarno
KEPALANYA sudah membotak. Badannya pun sudah mulai gemuk.

 Orang tak akan percaya kalau melihat dia dulunya merupakan salah satu penyerang menakutkan di pentas sepak bola nasional. Lelaki yang memakai kaos merah dengan tulisan Persebo Rheza di dada itu juga pernah menjadi andalan lini depan klub besar Persebaya Surabaya.

Tapi, kalau menyebut namanya, Agus Winarno, orang baru percaya. Ya, nama Agus Winarno menjadi bagian sejarah dari sebuah nama besar yang pernah berkostum hijau-hijau Green Force, julukan Persebaya.

''Saya membela Persebaya Surabaya mulai dari junior pada 1990. Saya diambil dari klub Assyabaab,'' kata Agus.

Karir lelaki kelahiran Gresik 8 April 1974 ini memang melesat bak meteor. Usai dari senior,  Agus langsung direkrut senior.

Di level senior, penampilannya makin moncer. Agus mencatatkan prestasi yang membanggakan.

''Saya dua kali menjadi top scorer (pencetak gol terbanyak) dua kali yakni musim 1991-1992 dengan sembilan  gol dan musim `993-1994 dengan enam gol,'' kenang Agus.

Selain di Persebaya, Agus pun juga mendapat panggilan membela Jawa Timur dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 1993. Sayang, Agus  gagal memberikan konstribusi berarti. Jatim gagal meraih emas.

Namun, itu tak membuat sinarnya redup. Di usia 20 tahun, sebuah usia yang masih muda, PSSI pun kepincut. Agus pun masuk Timnas B pada 1994.

Di tahun yang sama, Agus pun hengkang ke klub sekota Persebaya, Mitra. Namun, dia pun hanya bertahan semusim.

''Pada 1995, saya membela Persegresik Gresik dan setahun kemudian ke Petrokimia Gresik,'' ungkapnya.

Cedera yang mendera membuat penampilannya menurun jauh. Hanya, pada 1996, Agus masih bisa menyumbangkan emas bagi Jawa Timur di PON 1996 di Jakarta.

''Cedera lutut pula yang membuat saya pensiun di usia yang masih muda. Usia saya masih 24 tahun,'' ujarnya.

Dia pun sempat menjajal seleksi di beberapa klub. Penulis sempat menemui Agus seleksi di Persibo Bojonegoro yang masih berkutat di Divisi II pada 2002.

'Saya sempat melatih karyawan di sebuah pemukiman elite,'' lanjutnya.

Karir yang redup di saat usia muda pun membuat Agus salah arah. Dia pun terjerumus dengan barang-barang haram narkoba.

''Saya masuk penjara selama dua tahun, 2005-2007. Saya mendekam di Lapas Banjarsari, Gresik,'' ungkap Agus.

Setelah keluar, dia bertemu dengan rekan lamanya di Persebaya, Hengki Kurniawan. Kiper kecil tapi lincah itu mengajaknya menjadi pelatih di SSB Lokomotif.

''Setelah itu, perlahan saya menata hidup. Jadi istilahnya hijrah he he he,'' tambah Agus.

Keseriusan dan nama besar yang disandang membuat dia dipercaya menangani klub internal Persebaya, Putra Indonesia, pada 2008.  Setelah itu, dia pun mulai laku menjadi pelatih.

Bahkan, dalam tiga musim terakhir, statusnya cukup menterang. Menjadi asisten pelatih di klub-klub Indonesia Super League (ISL) dan Divisi Utama. Di ISL, Agus membantu tugas Djoko Susilo dan di Persebo menjadi tangan kenan Hengki dan Bambang Sumantri. (*)

Sekilas Tentang

Nama: Agus Winarno

Lahir: Gresik, 8 April 1974


Karir
Pemain

1989-1990: Assyabaab Amatir

1990: Persebaya Junior

1991-1994: Persebaya Senior

1993: PON Jatim

1994; PSSI B Piala Kemerdekaan

1994: Surabaya Selection

1994: Mitra Surabaya

1995: Persegres Gresik

1996: PON Jatim

1996: Petrokimia Putra Gresik


Pelatih
2008: Putra Indonesia

2009: Gresik United U-15 Dispora Jatim

2010: Kresno Indonesia

2011-2012: Asisten Persegres ISL

2012-..: Asisten Persebo Bondowoso Divisi Utama

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com