www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Kamis, 05 Maret 2015

Sebenarnya Sudah Malu Jadi Pemain

Bejo Sugiantoro
PS Mojokerto Putra (PSMP) musim 2014 sempat diperkirakan bakal menjadi pelabuhan karir terakhir Bejo Sugiantoro sebagai pemain. Apalagi, setelah itu, libero terbaik Indonesia sepanjang masa tersebut memutuskan menekuni menjadi pelatih di Surabaya Football Club (SFC).

Ini dipertegas dengan posisi Bejo sebagai asisten pelatih di tim Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Surabaya. Dia diperbantukan meringankan kinerja Roffi Sinaryo yang didapuk sebagai pelatih kepala.

Dengan usia yang sudah menginjak 38 membuat Bejo sudah paham akan posisinya. Bapak tiga anak ini pun memantapkan jalur karirnya di pelatih.

Tapi, siapa sangka, ternyata Bejo masih berkarir sebagai pemain di lapangan hijau. Permintaan Gede Widiade membantu Persebo Bondowoso mengarungi Kompetisi Divisi Utama musim 2015 tak kuasa ditolak.

''Yang minta big boss. Saya tak bisa menolak,'' ungkap Bejo.

Ya, masuknya Gede dalam manajemen Persebo membuat nama klub tersebut menjadi Reza Persebo. Seperti halnya musim lalu saat Gede membantu PSMP dengan berganti nama Reza Mojokerto Putra.

''Sebenarnya, saya sudah malu main. Sudah tua,'' ucap Bejo.

Persebo pun menjadi klub kesekian bagi Bejo usai tak berkostum Persebaya. Ya, di Green Force, julukan Persebaya, Bejo menjadi legenda hidup. Karirnya hampir selama 1994-2008 dihabiskan di klub asal Kota Pahlawan, julukan Surabaya, tersebut. Memang, pada 2002-2003, Bejo sempat berkostum PSPS Pekanbaru sebelum akhirnya kembali ke Persebaya.

Namun, pada 2008, lelaki didikan klub Indonesia Muda (IM) tersebut benar-benar meninggalkan klub berlogo suro (hiu) dan boyo (buaya) tersebut. Mitra Kutai Kartanegara (Kukar/Kaltim, Persidafon Dafonsoro (Papua), dan PSMP merupakan klub yang pernah menggunakan tenaga Bejo.

''Di Persebo, saya juga merangkap sebagai asisten pelatih,'' pungkasnya. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com