www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Selasa, 03 Maret 2015

The Next Eri yang Terjuni Bisnis Sepatu

BISNIS: Agus Supriyanto saat ditemui di toko.
DIA seangkatan dengan Bambang Pamungkas. Bersama salah satu penyerang papan atas Indonesia itu, lelaki yang bernama Agus Supriyanto ini sama-sama menimba ilmu di Diklat Ragunan, hingga Timnas Pelajar Indonesia.

Selain bersama Bambang, ada juga nama Elie Aiboy yang menjadi rekannya. Mereka bermain bersama sejak Timnas U-16, U-17, U-18, dan U-19.

''Hanya beda nasib. Bambang dan Elie jadi pemain top, saya hanya penjual sepatu dan peralatan olahraga,'' kata Agus saat ditemui di tokonya di kawasan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Sebenarnya, di awal karir di kompetisi senior, dia tak kalah jauh dengan Bambang dan Elie. Lelaki asli Solo, Jawa Tengah, tersebut dipercaya menjadi kapten Pekan Olahraga Nasional (PON) 2000 Kalimantan  Selatan.

Dia membela Kalimantan Selatan, yang bukan daerah asalnya, karena usai lulus dari Ragunan tawaran dari Barito Putera menghampirinya. Bahkan, Agus juga dipercaya menjadi kapten PON.

Spesialisnya dengan umpan jauh dan tembakan canon ball membuat klub papan atas Petrokimia Putera Gresik kepincut. Gara-garanya, Agus mampu menjebol gawang PON Jateng dalam laga uji coba melalui tembakan jarak jauh.

Gundul, sapaan karib Agus, diharapkan mampu menggantikan posisi (alm) Eri Irianto yang ditransfer ke Persebaya Surabaya.Sayang, harapan itu menguap begitu saja.

Dengan usia yang masih muda dan bergelimang uang, jiwa dan emosi Agus labil. Kehidupannya di luar lapangan berpengaruh dalam performanya di lapangan hijau.

Posisi inti di barisan tengah yang pernah digenggaman, lambat laun sirna. Kebo Giras, julukan Petrokimia Putra Gresik, pun gagal menciptakan The Next Eri Irianto.

BEPE: Agus (tiga kiri di belakang) berkostum timnas
Usai dari  Petrokimia Gresik, Agus pun berpetualang dari satu klub ke klub yang lain.PSS Sleman, Persegi Gianyar, Persibo Bojonegoro, PSMP Mojokerto Putera, Persikad Depok, hingga PSKT Tarakan pernah memakai tenaganya.

''Pada 2007, saya pensiun. Namun, saya tetap bermain bola meski hanya di ajang tarkam,'' ungkap Agus.

Di Solo, dia pun juga mulai belajar melatih. Klub kecilnya, Mars, ditanganinya.

Berkelana di berbagai klub pun ternyata juga sangat membantu. Saat dia menekuni bisnis sepatu dan pakaian olahraga, banyak koleganya yang dulunya merupakan rekannya bermain bola.

''Dari Tarakan, Bali, hingga Jawa Timur banyak yang membeli barang dagangan saya. Alhamdulillah, sekarang rezeki mengalir terus,'' pungkas Agus. (*)


Sekilas tentang Agus Supriyanto

Nama: Agus Supriyanto

Sapaan karib: Gundul

Karir pemain
1996: Diklat Ragunan

1999: Barito Putera

2000-2001: Petrokimia Putra Gresik

2002: PSS Sleman

2003: Persegi Gianyar

2004: PS Mojokerto Putera

2005: PSTK Tarakan

2006: Persikad Depok

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com