www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Rabu, 01 April 2015

Berangkat Sewa Angkot, Tanding Pakai Rompi


Banyak bintang lapangan hijau lahir dari Suryanaga. Bonus kemenangan ratusan ribu hingga jutaan rupiah pernah diguyurkan kepada pemainnya. Tapi, bagaimana kondisinya kini.?

DI Surabaya, klub Suryanaga punya nama besar. Hampir selama tiga dekade, banyak pemain bintang yang lahir dan membela klub tersebut.

MUDA:Pemain Suryanaga di Liga Nusantara. (foto :sidiq)
Sebut saja Rudy Keltjes, Subangkit, hingga yang terakhir Jainal Ikhawan. Ketiganya merupakan alumbus Naga Kuning, nama lama Suryanaga, yang pernah berkostum Tim Nasional Indonesia.

Belum lagi puluhan hingga ratusan pemain binaannya yang tersebar di berbagai klub amatir maupun profesional di Indonesia. Bahkan, meski tak lama, idola baru sepak bola Indonesia yang bermain di Malaysia, Andik Vermansyah, pun pernah berlatih dan membela Suryanaga.
Sampai saat ini, masih banyak pemain yang datang ke Suryanaga. Dengan satu tujuan, mewujudkan mimpi menjadi pesepak bola handa.

Hanya, kondisinya sekarang sudah jauh berbeda. Saat penulis datang menyaksikan pertandingan uji coba Suryanaga di Lapangan Karangan, Surabaya, sebagai buktinya.

''Kami tak punya kaos tim. Dalam pertandingan uji coba nanti, Suryanaga memakai rompi. Tim ini saya persiapkan untuk tampil di Liga Nusantara 2015,'' terang Pelatih Suryanaga Hendri Puji.

Ironisnya, rompi yang dipakai pun terbatas. Sehingga, saat pergantian pemain, ada beberapa dari mereka harus bergantian memakai rompi berwarna hijau yang sudah basah oleh keringat.

Selain itu, saat datang ke Lapangan Karangan untuk menjajal klub internal Askot PSSI Surabaya Rheza Mahasiswa itu, para pemain naik angkot. untuk itu, mereka pun rela berdesakan.

''Kalau latihan ataupun pertandingan uji coba, memang angkot menjadi alat transport utama. Kami bayarnya sebulan sekali,'' ujar Hendri.

Kemudahan itu, ujar lelaki yang pernah membela Persebaya Surabaya,  karena kebaikan dari salah satu orang tua murid di SSB Suryanaga. Ini, ungkap Hendri, juga sangat membantu.

''Jangan bandingkan dengan tim Liga Nusantara lainnya yang dapat uang saku dan gaji. Pemain Suryanaga ini tak dapat seperti itu. Kami hanya bermodal semangat,'' ujar Hendri.

Kondisi itu, lanjut mantan pemain Deltras tersebut membuat dia kesulitan mencari pemain. Skuadnya sekarang merupakan kumpulan pemain yang tak mencari materi.

''Namun, mereka mengejar prestasi ke depannya. Bagaimanapun, nama Suryanaga masih diperhitungkan,'' ungkapnya.

Mantan asisten pelatih Persebaya Junior itu berharap saat tampil di Liga Nusantara 2015, masalah tersebut teratasi. Namun, mantan pemain Persebaya Surabaya tersebut tetap mengingatkan anak asuhnya agar selalu semangat di lapangan.

Musim 2015 ini merupakan tahun pertama Suryanaga tampil di Liga Nusantara. Tahun lalu, mereka absen karena konsolidasi internal.

''Dua tahun lalu saat Divisi III, kami  lolos sampai ke babak nasional. Sayang, ada hal yang membuat kami gagal melangkah lebih jauh,'' ujar Hendri yang berpesan off the record mengenai hal yang mengganjal timnya tersebut. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com