www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Minggu, 05 April 2015

Buang Stres dengan Tunggu Pemain Usia Dini

BOS:Michael Sanjaya

Di awal 2000-an, nama Michael Sanjaya menjadi buah bibir di pentas sepak bola nasional. Banyak pemain dari klub binaannya, Suryanaga, jadi buruan klub-klub. Dia pun nyaris menjadi manajer  tim besar, Persebaya Surabaya. Apa kegiatannya kini.
---
JARUM jam sudah menunjukkan pukul 11.30 WIB. Tapi, para pesepak bola masih melakukan kegiatan di Lapangan Kodikal, Surabaya, Jawa Timur.

Di pinggir lapangan, para pemain Suryanaga yang akan turun di ajang Liga Nusantara 2015 tengah bermain kucing-kucingan. Sementara, lapangan utama tengah dipakai para pesepak bola muda yang tengah melakukan game.

''Yang main ini para pemain Suryanaga yang usianya di bawah usia 15 tahun. Saya ingin melihat mereka melakukan game,'' kata Michael Sanjaya, pembina PS Suryanaga, yang memilih berdiri di belakang gawang.

Dia mengaku setiap Minggu pagi menyempatkan waktu menunggui pemain U-15 tersebut berlatih. Alasannya, tim tersebut hasil dari racikannya dalam membentuk tim sepak bola masa depan.

''Mainnya hampir sama dengan Barcelona (klub rasasa dunia asal Spanyol). Mereka main bola-bola pendek dan pemain aktif bergerak di lapangan,'' ujar Michael.

Ya, sudah hampir tiga tahun ini, lelaki yang juga pengusaha kayu tersebut nyaris menghilang dari hingar bingar sepak bola nasional. Padahal, dulunya, Michael menjadi buruan para manajer klub Indonesia.

Itu dikarenakan para pemain binaannya dikenal punya talenta tinggi. Dia pun tak pernah susah dalam melepasknya.

Nama-nama seperti Suroso (sekarang di Arema), Ronnty Firmansyah (pernah di Arema dan terakhir di Kalteng Putra), dan M, Jainal Ikhwan (mantan pemain nasional yang pernah membawa Petrokimia Putra Gresik juara) hanya segelintir dari puluhan anak didiknyanya yang meramaikan ketatnya persaingan di tim sepak bola Indonesia. Selain itu, nama Michael juga pernah menjadi kandidat manajer Persebaya Surabaya.

Namun, dengan alasan tertentu, dia memilih menolak dan konsentrasi membina Suryanaga.Kali terakhir, empat tahun lalu, dia ditunjuk menjadi ketua bidang pembinaan Persebaya (sekarang Askot PSSI Surabaya). Hanya, Michael kemudian juga memilih mundur.

Setelah itu, dia hilang bak ditelan bumi. Kesibukannya kembali ke pabrik kayu milik keluarga di kawasan Gresik membuatnya juga sempat lupa memoles Naga Kuning, nama lama Suryanaga.

Tapi, satu tahun terakhir, Michael kembali ke Suryanaga. Dia pun sering datang ke lapangan meski hanya seminggu sekali pada Minggu pagi.

''Anak-anak ini menjadi hiburan saya. Saya ingin membentuknya menjadi pemain-pemain sepak bola berkelas dan mengembalikan nama besar Suryanaga,'' papar Michael. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com