www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Selasa, 07 April 2015

Datang Atas Ajakan Piere Njanka

Erik Djemba Djemba

TAK banyak bintang dunia yang mau bermain di kompetisi Indonesia. Salah satunya Eric Djemba-Djemba. Mengapa dia bersedia membela Persebaya?
--
SEPANJANG masa latihan, Eric Djemba-Djemba hanya ada di pinggir lapangan. Dia serius melahap semua menu yang diberikan Fathcur, messaeur Persebaya Surabaya, di Lapangan Brigif, Gedangan, Sidoarjo, pada Selasa pagi (7/4/2015).

Itu dilakukannya agar bisa segera merumput di Indonesia Super League (ISL) 2015. Apalagi, pemain asal Kamerun tersebut absen ketika Green Force, julukan Persebaya, menjamu Mitra Kutai Kartanegara (Kukar) di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Minggu (5/4/2015).

Djemba-Djemba pun terancam tak bisa lagi membela tim polesan Ibnu Grahan tersebut dalam laga kedua melawan tim Kalimantan Timur (Kaltim) lainnya, Borneo FC. Cedera yang dialami belum 100 persen pulih.

''Saya mau tampil saat melawan Persija Jakarta pada Minggu (12/4/2015). Saya ingin tampil membela Persebaya di kompetisi,'' kata Djemba-Djemba.

Dia pun ingin menunjukkan kemampuan yang dimilliki. Kemampuan yang pernah membuat dirinya menjadi bidikan klub-klub besar dunia.

Hingga akhirnya, Djemba-Djemba pun mendarat di klub raksasa asal Inggris, Manchester United, pada musim 2003/2004. Lelaki kelahiran Douala, Kamerun, 4 Mei 1981 tersebut didatangkan dari klub Prancis Nantes.

Di Nantes, Djemba-Djemba muda tampil dalam 42 pertandingan dengan mengemas 1 gol. Manajer Manchester United (MU) Alex Ferguson membelinya dengan banderol 3,5juta pounsterling atau hampir Rp 40 miliar. Tujuannya hanya satu, Djemba-Djemba diharapkan mampu menggantikan sang kapten Roy Keane yang sudah beranjak tua, 31 tahun.

''Saya datang masih sangat muda. Susah untuk menjadi pemain inti,'' kenangnya.

Keane dan Paul Scholes menjadi dua nama yang disebutnya susah untuk digeser. Dia pun menolak dia tak berkembang di Setan Merah, julukan Manchester United, karena cedera.

''Bukan. Saya memang tak punya kesempatan bermain yang banyak,'' ungkap Djemba--Djemba yang masih berpeluh keringat.

Selama musim 2003-2005, dia hanya 20 kali tampil. Debutnya dimulai dari saat Manchester United  melawan Arsenal dalam pertandingan FA Community Shield  yang mempertemukan juara Premier League dengan juara FA.  Teklingnya kepada pemain Arsenal Sol Champbell dinilai manajer lawan, Arsene Wenger, sebagai tekling brutal.

Kiprahnya bersama MU berakhir di musim 2005. Djemba-Djemba pun hengang ke sesama tim Inggris asal London Aston Villa. Djemba pun nihil gol dan musim berikutnya dipinjamkan ke Burnley.

Mulai 2008, dia pun meninggalkan Inggris. Oleh pers Negeri Elizabeth, julukan Inggris, Djemba-Djemba dimasukan dalam transfer mahal yang gagal di ajang Premier League.

Menariknya, karirnya kembali hidup. Dia bermain cemerlang di Qatar SC dan klub Denmark Odense. Di Denmark, disukai para fans dan sempat masuk menjadi pemain terbaik di liga internal.

Setelah itu, Djemba-Djemba merantau ke Tel Aviv (Israel), Partizan (Serbia), St Mirren (Skotlandia), hingga terakhir di klub India Chennaiyin.

Karirnya di Timnas Kamerun juga tak bisa dipandang sebelah mata. Lelaki yang suka memakai anting ini  menjadi pilar saat Singa Afrika, julukan Kamerun, menjadi juara Piala Afrika 2002 dan runner-up Piala Konfederasi 2003.

Piala Dunia juga pernah dirasakannya pada 2002. Namanya sempat masuk di skuad Piala Dunia 2014. Sayang, di detik-detik akhir dicoret pelatih Folker Finke.  Total, dia sudah 24 kali membela Timnas Kamerun. Ini juga membuktikan Djemba-Djemba bukan pemain abal-abal.

Kok bisa ke Indonesia? ''Saya dikasih tahu Piere Njanka. Dia bilang, sepak bola Indonesia bagus. Saya layak datang ke Indonesia dan bermain di sini,'' ungkapnya.

Njanka merupakan mantan pemain nasional Kamerun yang pernah berlaga di kompetisi sepak bola Indonesia dengan membela Persija Jakarta, Arema, Atjeh United, dan terakhir di Persisam Putra Samarinda.

''Dia cerita banyak hal. Ternyata, memang apa yang dikatakan Njanka tidak salah,'' tambah Djemba-Djemba.

Untuk itu, dia pun ingin segera pulih untuk bisa segera membela Persebaya di ajang Indonesia Super League. Green Force, julukan Persebaya, menjadi tujuan kedatangannya ke Indonesia juga atas rekomendasi Njanka. Pemain yang pernah berlaga di Piala Dunia 1998 dan 2002 itu menerangkan Persebaya klub besar di Indonesia. (*)

Siapa Eric Djemba-Djemba

Nama Lengkap: Eric Daniel Djemba-Djemba

Lahir: Doulala, Kamerun, 4 Mei 1981

Tinggi: 180 sentimeter

Posisi: Tengah

Karir Klub

2001-2003: Nantes (Prancis)

2003-2005: Manchester United (Inggris)

2005-2007: Aston Villa (Inggris)

2007: Burnley (Inggris) --pinjam

2007-2008: Qatar SC (Qatar)

2008-2012: Odense (Denmark)

2013: Hapoel Tel Aviv (Israel)

2013: Partizan (Serbia)

2014: St. Mirren (Skotlandia)

2014: Chennaiyin (India)

2015-: Persebaya (Indonesia)


Karir Timnas
2002-2011

*Tambahan data dirangkum dari berbagai sumber

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com