www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Sabtu, 11 April 2015

Diajak Mantan Pemain PSIS, Ingin Jadi WNI

Denimar saat mendampingi tim PON Jatim

Ada sosok lelaki asing di tim sepak bola Pekan Olahraga Nasional (PON) Jatim 2016. Dia memang warga negara Brasil. Siapa dia?
----
POSTURNYA cukup jangkung, sekitar 185 sentimeter.Kulitnya pun lebih legam dibandingkan orang-orang di sekitarnya yang merupakan pemain dan ofisial tim sepak bola Jawa Timur yang dipersiapkan ke kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016.

Dia adalah Denimar Carlos Jasino. Di tim PON Jatim, statusnya adalah asisten pelatih yang membantu kinerja pelatih kepala Hanafing.

''Saya dari Brasil. Kota saya tak jauh dari ibu kota Rio de Janeiro,'' kata Denimar.

Lelaki yang mengaku pernah bermain di klub divisi utama di negaranya tersebut datang ke Indonesia karena ajakan rekannya, Arliston de Olivera, yang lama membela PSIS Semarang.

''Saat itu kompetisi liburan. Arliston mengajak saya main di Indonesia. Ceritanya menarik sehingga saya pun mau datang ke Indonesia,'' kenang lelaki kelahiran 1975 tersebut.

Barito Putera Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menjadi klub pertama yang didatanginya pada 2004. Dia tim Seribu Sungai, julukan Barito Putera, dia hanya semusim.

''Setelah itu, saya ke Persipur Purwodadi. Saya selalu main sebagai stopper,'' ungkapnya.

Di Persipur, dia bertahan selama dua musim. Sayang, dia gagal mengangkat tim asal Jawa Tengah tersebut promosi ke Divisi Utama, yang saat itu masih menjadi kasta tertinggi kompetisi sepak bola di Indonesia.

''Saya senang di Purwodadi. Banyak teman di sana,'' ujar Denimar.

Setelah itu, Persiba Balikpapan dan Persisam Putra Samarinda pun menjadi pelabuhan karirnya. Di Samarinda, dia digembleng pelatih yang juga berasal sama dengannya, Carlos de Mello.

''Kami tak pernah latihan fisik, teknis terus. Tapi, hasilnya sangat bagus, kami tak permah kalah dalam lima pertandingan,'' papar Denimar.

Sayang, pergantian pelatih membuat Persisam pun limbung. Mereka pun gagal menjadi juara.

Saat usianya terus bertambah, Denimar pun menggeluti profesi sebagai pelatih. Dia menangani sekolah sepak bola di Surabaya.

Nah, karirnya sebagai pelatih pun mulai terang saat berkenalan dengan Ketua Harian KONI Jatim Dhimam Abror. Mereka bertemu saat berlatih sepak bola bersama.

''Pak Abror mengajak saya membantu menangani sekolah sepak bola internasional Arsenal yang berlatih di Stadion Brawijaya, Surabaya. Dia bilang ke aku untuk membantu coach Hanafing,'' lanjutn Denimar.

Ternyata, hubungan tersebut berlanjut. Denimar pun diberi mandat ikut membantu tim sepak bola PON Remaja 2014.

Denimar pun diharapkan meringankan kinerja pelatih Mursyid Effendi, mantan pemain Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia. Selain Denimar, asisten pelatih PON Remaja Jatim juga diisi oleh Eko Prayogo, yang kini sudah meninggal, dan Arif sebagai pelatih kiper.

Persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari mulai 2012 membuat Jatim pun mampu meraih emas usai menaklukkan Jawa Tengah di babak final. Peranan Denimar pun tak bisa dipandang sebelah mata.

''Usai juara PON Remaja, saya pun dilibatkan ke PON Senior. Semoga saja bisa menjadi juara lagi,'' harapnya.

Namun, ada harapan lain yang tengah dikejarnya. Apa itu? Dia ingin menjadi waraga negara Indonesia.

Apalagi, istrinya merupakan warga Surabaya, Jawa Timur. Mereka pun sudah dikaruniai anak.

''Sudah 11 tahun saya di Indonesia. Semoga saja, saya bisa menjadi warga Indonesia,'' ujar Denimar. (*)






1 comments:

Tiwy Ajha mengatakan...

denny,qm sdkit gemuk skrg,, GBU

16 September 2015 18.54

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com