www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Sabtu, 11 April 2015

Dokter yang Pilih Geluti Sepak Bola

Wardi Siagian

Orang memanggilnya dokter kepadanya. Namun, dia lebih getol di sepak bola daripada praktik menangani pasien.
--
SIAPA yang tak bangga dengan status dokter. Orang beranggapan akan lebih mudah mendapatkan uang dari profesi yang ditekuninya itu.

Namun, ternyata itu tak berlaku bagi Wardi Siagian. Dokter baginya hanya untuk sebuah panggilan.

''Sejak saya jadi dokter pada 1994, saya tak pernah praktik. Meski, saya lulusan dari Universitas Airlangga,'' terang Wardi saat menunggu para pemain tim sepak bola Jatim berlatih di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, pada Kamis (9/4/2015).

Dia sudah mempunyai bisnis yang dilakoni sejak kuliah. Hanya, dia tak menyebutkan bisnis yang ditekuninya tersebut.

Wardi mulai masuk ke dunia sepak bola pada 2007 saat diajak oleh mantan wali kota Surabaya Arif Afandi. Lelaki yang juga mantan pimpinan redaksi sebuah media di Kota Pahlawan, julukan Surabaya, tersebut saat itu menjabat sebagai ketua Persebaya sekaligus manajer.

''Arif kan teman. Dia tahu saya suka sepak bola, makanya dia mengajak saya mengurus Persebaya,'' ungkap Wardi.

Namun, dia tak bertahan lama. Saat Arif digoyang posisinya sebagai ketua Persebaya dan akhirnya mundur, Wardi pun mengikuti jejak koleganya.

''Karena yang mengajak saya mundur, saya pun tentu mengikutinya. Saya sempat lama vakum dari sepak bola,'' ungkapnya.

Namun, saat rekannya yang lain, La Nyalla Mattaliti, mengajaknya kembali mengurusi Persebaya, dia pun tak kuasa menolak. Itu terjadi saat Green Fore, julukan Persebaya, berlaga di ajang Divisi Utama, pada 2011.

''Saya pun menjadi ketua panpel (panitia pelaksana pertandingan. Eh, sampai sekarang, malah jadi ngurusin sepak bola terus,'' tambah Wardi.

Bahkan, kini jabatannya pun bertambah.Di kepengurusan Asprov PSSI Jawa Timur, dia dipercaya menjadi wakil ketua. Posisi ketua umum sendiri diduduki Bambang Pramukanto.

Namun, di lapangan, Wardi-lah yang lebih aktif. Kesibukannya pun kini menumpuk.

''Saya disuruh Nyalla membantu tim sepak bola PON Jawa Timur. Saya menganggap sebuah tanggung jawab,'' tambah Wardi.

Dia berharap anak asuh Hanafing tersebut bisa kembali merebut emas. Seperti yang pernah dilakukan Jawa Timur pada PON 2000, 2004, dan 2008.

Emas itu lepas ketika PON 2012 di Riau. Ketika itu, sepak bola nasional tengah terbelah dengan dualisme.

''Semoga emas itu bisa kembali diraih. Kami sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri,'' pungkas Wardi. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com