www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Senin, 20 April 2015

Gagal Penalti, Uston Sudah Biasa

Eksekusi Uston Nawawi yang gagal ke gawang Jember United

DELTRAS Sidoarjo memang menang 2-1 atas Jember United dalam laga uji coba di Gelora Delta, Sidoarjo, pada Sabtu (18/4/2015). Seharusnya, tim pujaan Deltamania tersebut seharusnya bisa menjebol gawang lebih dari dua kali.

Banyak peluang yang terbuang percuma. Salah satunya adalah eksekusi penalti yang dilakukan kapten Deltras Uston Nawawi.

Tentu sangat mengejutkan, pemain sekelas dia gagal mencetak gol dari tembakan 11 meter itu. Hanya, kalau merunut ke belakamg, Uston sudah sering gagal mengeksekusi penalti.

Bahkan, itu terjadi di laga-laga krusial. Di antaranya saat membela Persidafon Dafonsoro, Papua.

Tembakannya ke gawang Persibo Bojonegoro di semifinal Kompetisi Divisi Utama musim 2009-2010 gagal dimentahkan kiper Herry Prasetyo. Imbasnya, Persidafon pun gagal lolos ke final dan menembus level Indonesia Super League (ISL).

Tapi, ada lagi yang lebih ironis. Pil pahit tersebut terjadi pada final SEA Games 1997.

Ketika itu, Indonesia  bertindak sebagai tuan rumah. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 18 Oktober 1997, Pasukan Garuda, julukan Timnas Indonesia, sempat unggul lebih dulu melalui gol Kurniawan Dwi Yulianto.

Hanya,k Thailand sukses menyamakan kedudukan lewat Chaichan Kiewsen. Setelah 120 menit pertandingan, kedudukan 1-1 tetap bertahan. Drama adu penalti pun digelar.

Dua penendang penalti pertama Indonesia, Aji Santoso dan Fachry Husaini, menjalankan tugasnya dengan baik. Petaka pun terjadi saat dua eksekutornya, Ronny Wabia dan Uston Nawawi, gagal membobol gawang Thailand.

Indonesia akhirnya kalah 2-4 dalam drama adu penalti. Uston pun mengakui peristiwa tersebut selalu ada di dalam memorinya. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com