www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Jumat, 17 April 2015

Klub Pencetak Evan Dimas Hidup dari Iuran Rp 100 Ribu

KOMPAK:Pemain Mitra mendengarkan arahan dari pelatih Arifin.


Evan Dimas Sudarmono disebut-sebut sebagai calon bintang masa depan Indonesia. Dia mampu menjadi kapten yang membuat Timnas U-19 juara Piala AFF U-19 dan membawa Indonesia menembus Piala Asia 2014. Tapi, dari mana dia memulai karir gemilangnya?
--
MENCARI Lapangan Poral bukan perkara mudah. Perlu berhati-hati untuk bisa menemukan lapangan yang masuk wilayah Lidah Wetan, Surabaya, Jawa Timur, itu.

Ini dikarenakan lokasinya yang cukup menjorok. Harus masuk sekitar 50 meter dari jalan penghubung kawasan Wiyung, Surabaya, dengan Menganti Gresik.

Saat masuk, sebuah pintu baja sedikit terbuka. Ketika melihat di dalam ada puluhan sepeda motor yang diparkir pemiliknya yang tengah bermain bola di tengah lapangan. Ya, mereka adalah pemain Mitra Surabaya, klub anggota internal Askot PSSI Surabaya yang juga tim peserta Liga Nusantara dua tahun terakhir, 2014 dan 2015.

''Sekarang, anggota kami hampir 200 anak. Jumlahnya kadang naik,'' kata Dodi Rahman Saleh, salah satu pengurus Mitra Surabaya.

Para pemain tersebut terbagi menjadi beberapa kelompok umur. Namun, jika masih di bawah 10, latihan mereka digabung.

''Di atasnya, mereka sudah dibagi menjadi U-11, U-13, dan U-15,'' tambah Arif, pelatih kiper Mitra Surabaya.

Dia menambahkan, dengan sistem kelompok umur yang berjenjang dan terpadu, Mitra pun telah melahirkan para pemain bintang. Bahkan, salah satunya adalah kapten Timnas U-19 yang digadang-gadang akan menjadi bintang masa depan sepak bola Indonesia Evan Dimas Sudarmono.

''Evan pindah ke Mitra Surabaya saat usianya 12 tahun. Dia memang dari keluarga yang nggak punya,'' kenang Arif.

Evan, tambah dia, pernah beberapa kali absen.Alasannya, dia tak ada motor atau sepeda untuk ke lapangan Poral yang jaraknyancukup jauh dari rumahnya.

''Alhamdulillah, dia sudah enak sekarang dengan menjadi pemain nasional dah Persebaya,'' tambah Arif.

Meski telah melahirkan bintang sekaliber Evan, bukan berarti Mitra bergelimang materi. Klub yang baru saja ditinggal pelatih kepalanya, Eko Prayogo, yang meninggal tersebut tetap mengandalkan iuran dari para siswa.

''Sebulan anggarannya Rp 100 ribu. Namun,yang senior atau di atas 18 tahun agak susah ditarik bayaran,'' ungkap Arif yang juga baru saja mengantarkan Jatim meraih emas di PON Remaja tersebut.

Saat ini, Mitra Surabaya dikomandoi oleh mantan pemain nasional Mursyid Effendi. Dia dibantu oleh 19 pelatih lain.

Klub yang sempat bernama Mitra Sanana di awal kompetisi Persebaya itu juga dikenal rajin mengikuti kompetisi kelompok umur. Bahkan, kini, dalam dua tahun terakhir, mereka mengikuti Liga Nusantara, kompetisi resmi PSSI paling bawah. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com