www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Rabu, 01 April 2015

Dua Kali Beruntun Rasakan Degradasi


Loyalitas Hendri Puji kepada Suryanaga layak dapat apresiasi. Meski, kondisi timnya tengah compang-camping.
LOYAL:Hendri Puji (foto:sidiq)
--
LELAKi dengan jaket dan celana selutut tengah memberikan pengarahan kepada pemain Suryanaga. Para pemain pun mendengarkannya dengan serius.

Sekilas, posturnya bukan seperti pemain bola. Badannya kurus dan kurang kekar jika kalau dia dulunya bekas bintang lapangan hijau.

Padahal, lelaki yang bernama Hendri Puji Lesmono tersebut pernah membela klub-klub dengan nama besar. Persebaya Surabaya, Petrokimia Putra Gresik, Deltras Sidoarjo, Persibo Bojonegoro, Persiku Kudus, hingga Persis Solo merupakan klub-klub yang menggunakan kemampuan lelaki asli Jember tersebut dalam mengolah si kulit bundar.

''Saya kecilnya di Tanggul Jember. Kebetulan ayah merupakan pelatih di Indonesia Muda (IM) Jember,'' terang Hendri saat ditemui pada Rabu sore (1/4/2015)  di Lapangan Karangan, Surabaya.

Skill yang dimiliki membuat salah satu pemandu bakat dari Surabaya membawanya ke Suryanaga pada 1999. Saat itu, klub asal Kota Pahlawan, julukan Surabaya, tengah berada di puncak dalam hal materi dan prestasi.

''Dari Suryanaga pula, saya bisa masuk Persebaya Surabaya pada 2002. Sayang, saat itu, saya merasakan degradasi,'' ungkap lelaki kelahiran 1978 tersebut.

Bekalnya sebagai penggawa Green Force, julukan Persebaya, membuatnya tak kesulitan mencari klub. Petrokimia Putra Gresik yang baru saja menjadi juara Liga Indonesia meminangnya.

Posisi inti pun bisa berada di tangannya. Namun, kejadian pahit seperti di Persebaya kembali terulang.

''Petrokimia degradasi. Sungguh tidak mengenakkan dua kali beruntun membela klub yang terdegradasi,'' kenang Hendri.

Setelah itu, bapak tiga putra berpindah-pindah ke berbagai klub. Mulai Deltras hingga terakhir di Persis Solo.

''Pada 2008, saya akhirnya memutuskan pensiun. Cedera lutut sudah tak bisa diajak kompromi,'' ungkap Hendri.

Saat itu, dia pun memutuskan untuk menjadi pelatih di Suryanaga. Dia merasa waktunya untuk membagikan ilmu kepada klub yang telah ikut membesarkan namanya di pentas nasional tersebut.

''Harus sabar dan tekun dalam melatih. Pemain sekarang bisa jadi dengan pemain dulu yang mau digembleng keras,'' ujar Hendri.

Untung, bos Suryanaga, Michael Sanjaya, memberikan dukungan penuh kepadanya. Dia sering memberikan ilmu sepak bola yang dimiliki kepada Hendri.

''Bos juga yang membuat saya akan terus di Suryanaga. Banyak ilmu sepak bola yang saya dapat meski bos bukan pemain sepak bola yang ngetop,''ungkap lelaki yang kini tinggal di Surabaya Barat tersebut.

Selama hampir tujuh tahun menangani Suryanaga, sudah banyak pemain bertalenta yang lahir dari polesannya. Hanya, dia menyayangkan beberapa di antaranya sudah lupa dengan klub asalnya. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com