www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Kamis, 16 April 2015

Urusi Akademi saat Pulang ke Malang




Tugas menangani Timnas U-23 tetap diberikan kepada Aji Santoso. Namun di sela-sela waktu luang saat pulang ke kampong halaman di Malang, Jawa Timur, dia tetap punya kesibukan. Tentunya yang masih berhubungan dengan bola. Apa itu?
--
PSSI tetap memberikan amanah kepada Aji Santoso.  Meski, pelatih 44 tahun tersebut gagal di Asian Games Inchen , Korea Selatan, 2014 dan menembus putaran final Piala Asia U-23 yang juga menjadi perebutan tiket ke Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro.

Namun, itu tak mengurangi kepercayaan PSSI kepadanya. Aji pun kembali dipilih memoles talenta-talenta muda untuk merebut emas di SEA Games 2015 di Singapura. Tentu, ini bukan hal yang mudah. Apalagi, sejak 1991, lagu Indonesia Raya tak pernah lagi berkumandang dari cabang olahraga sepak bola di pesta olahraga dua tahunan bangsa-bangsa di Asia Tenggara tersebut. Kebetulan, pada 1991, Aji termasuk salah satu pahlawannya.

Kesibukannya itu membuat mantan bek kiri Timnas Indonesia itu pun jarang kembali ke kota asalnya, Malang. Namun, kini, usai kualifikasi Piala Asia U-23 yang berakhir akhir Maret lalu, Aji punya waktu luang.

Ini dimanfaatkannya untuk pulang. Namun, di kota kedua di Jawa Timur setelah Surabaya itu, Aji tetap tak bisa lepas dari sepak bola.

‘’Saya mengurusi akademi sepak bola yang saya miliki, Asifa (Aji Santoso International Football Academy),’’ ungkap Aji.

Ya, Asifa sendiri sudah berdiri sejak tujuh tahun lalu. Tujuan didirikan adalah melahirkan pesepak bola pesepak bola handal.

‘’Saat ini, muridnya sudah lebih dari 200 anak. Pelatihnya ada 20 orang,’’ ungkap Aji.

Jajaran pelatihnya pun termasuk top. Ada nama mantan pemain nasional I Putu Gede dan juga mantan pelatih Persema Malang dan PON Jatim Danur Dara.

‘’Semuanya menangani kelompok umur yang berbeda-beda. Ke depannya, kami juga ingin melahirkan pemain bagus dan juga menjadi klub yang profesional,’’  ucap Aji.

Salah satunya, kini Asifa pun mengikuti kompetisi senior di ajang Liga Nusantara. Hanya, untuk tahun ini, pemainnya belum 100 persen dari Asifa.

‘’Yang senior di Asiafa kan usianya 17. Jadi ada pemain senior dari luar,’’ lanjut Aji.

Namun, tujuan utamanya, papar mantan lelaki yang pernah memoles Persebaya Surabaya dan Persisam Samarinda itu agar Asifa bisa bermain di kompetisi Liga Remaja. Ini dilakukan karena tim yang bermain di Liga Remaja juga punya tim yang berlaga di ajang senior.

‘’Pelan-pelan dulu. Liga Nusantara menjadi pembuka untuk membuat Asifa jadi klub profesional,’’ urai Aji. (*)


0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com