www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Jumat, 22 Mei 2015

Pemain Terbaik Divisi Utama Jualan Kerajinan dan Tas Kulit

SAHABAT: Victor (kanan) dan Denimar (foto: sidiq)

Namanya pernah menjadi buah bibir di kancah sepak bola nasional. Itu saat Victor  da Silva dinobatkan menjadi pemain terbaik Divisi Utama 2010. Bagaimana keadaannya kini?
--
VICTOR da Silva duduk sendirian di tribun tertutup Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Pandangannya tengah tertuju pada pertandingan uji coba antara kesebelasan Pekan Olahraga Nasional (PON) Jatim 2016 melawan Uston Nawawi dkk yang tergabung dalam PS 81.

Tak lama kemudian, asisten PON Jatim 2016, Denimar Carlos Jasino datang mendampinginya. Keduanya pun berbincang akrab dengan bahasa asal mereka, Brasil.

''Denimar teman saya dari Brasil. Kami sama-sama dari Rio de Janeiro tapi saya kota, dia desa,'' canda Victor dengan bahasa Indonesia yang lancar.

Bahasa Indonesia lancar yang mengalir dari mulutnya bisa dimaklumi. Victor sudah hampir 10 tahun berada di Negeri Jamrud Khatulistiwa.

''Saya diajak Carlos de Melo (mantan bintang Petrokimia Putra Gresik dan Persebaya Surabaya) ke Indonesia. Dia cerita banyak tentang sepak bola di sini dan saya tertarik datang,'' kata Victor.

PKT Bontang, ungkapnya, menjadi klub profesional pertama yang dibelanya. Dia mengaku enjoy bergabung bersama klub asal Pulau Borneo, julukan Kalimantan, itu.

''Pelatih pertama saya Suharno. Manajemen PKT bagus sekali dan saya tak pernah ada masalah apa pun di sana,'' ujar lelaki dengan tinggi 1,92 meter tersebut.

Selama tiga musim, Victor berkostum hijau-hijau PKT. Hingga akhirnya pada musim 2008/2009, dia hijrah ke Persebo Bojonegoro.

Di tim asal Kota Ledre, julukan Bojonegoro, itu, namanya mencuat dan mulai dikenal. Konstribusinya sebagai gelandang mampu mengangkat Persibo menjadi juara Divisi Utama dan menembus level Indonesia Super League (ISL), kasta tertinggi kompetisi sepak bola di Indonesia.

Bahkan, Victor pun dinobatkan menjadi pemain terbaik Divisi Utama musim 2009/2010. Namun, perubahan yang terjadi di Laskar Angling Dharma, julukan Persibo, membuatnya berkostum PSIR Rembang.

''Di PSIR, saya dua musim dan terakhir di Perseba Bangkalan Super, Madura,pada musim 2013'' kenangnya.

Seiring usia yang terus bertambah, Victor pun akhirnya mengurangi aktivitasnya di lapangan hijau. Tak seperti Denimar, dia memilih menekuni bisnis ekspor.

''Saya jualan barang kerajinan dan tas kulit bekerja sama dengan orang Jerman. Ini sudah sangat menguras waktu,'' ungkap Victor.

Usaha barang kerajinan, dia berpartner dengan orang asal Margumulyo, Surabaya. Sedangkan tas kulit, bapak satu anak itu bermitra deengan rekannya di Tanggulangin, Sidoarjo.

Selain itu, usaha salon kecantikan istrinya membuat dapurnya terus mengepul. Soal kehidupan rumah tangannya, Victor mengaku sudah dua kali menikah dengan wanita Indonesia.

''Istri yang usaha salon kecantikan merupakan istri kedua dan dari Surabaya. Saya pernah menikah dengan wanita Blitar dan punya satu anak. Sekarang, dia ikut ibunya,'' paparnya.

Meski sekarang tenggelam dalam aktivitas di luar sepak bola, Victor tetap memendam kerinduan untuk menjenguk keluarganya di Brasil. Dia sudah dua tahun ini belum pulang ke Negeri Samba, julukan Brasil. (*)


Sekilas tentang
Nama: Victor da Silva
Usia: 39 tahun
Posisi saat aktif bermain: Gelandang bertahan/Stopper
Tinggi: 1,92 meter

Klub yang pernah dibela: PKT Bontang, Persibo Bojonegoro, PSIR Rembang, Perseba Bangkalan

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com