www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Jumat, 29 Mei 2015

Kumpulkan Bintang tanpa Dapat Bayaran

Para pemain 81 FC sebelum menghadapi PON Jatim

Banyak bintang lapangan hijau berasal dari Sidoarjo. Mereka pun menyempatkan diri berlatih bersama.
--
USTON Nawawi meneriaki rekan-rekannya masuk ke lapangan. Hanya, para pemain tersebut bukan penggawa Deltras, klub Liga Nusantara yang kini dibela Uston.

Mereka pun patuh dengan mantan pemain nasional di era 1990-an dan awal 2000-an tersebut. Padahal, mayoritas dari mereka berstatus bintang.

Para pemain itu pun akhirnya berdiri di belakang Uston untuk menjalani pemanasan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, agar tak mengalami cedera saat berhadapan dengan tim sepak bola proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 Jawa Timur (Jatim). Ya, mereka bergabung dengan tim yang menamakan dirinya 81.

''Tahun kelahirannya 81 kapan, saya sudah lupa. Sudah lama,'' kata Uston.

Nama 81 sendiri, paparnya, diambil dari pasal di hukum tentang penipuan dan penggelapan. Sambil bercanda lelaki yang pernah ditempa di Italia dalam proyek Baretti tersebut rekan-rekannya memang sering menipu dalam arti ingkar janji kalau disuruh datang latihan tepar waktu.

Oleh rekan-rekannya, arek Klagen, Sukodono, Sidoarjo, tersebut dituakan. Selain faktor usia, pengalaman Uston dianggap paling mumpuni dibandingkan dengan lain-lawannya.

''Kami sering kumpul bersama. Biasanya, kami komplet pas jeda kompetisi seperti sekarang ini,'' ujar lelaki 39 tahun tersebut.

Biasanya, tambah Uston, lintasan atletik luar Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, menjadi tempat berkumpul. Di sana, mereka mengasah kemampuan dengan permainan kucing-kucingan.

''Namun, juga main di lapangan besar. Lapangan Sepande menjadi tempat kami bermain,'' ujar lelaki yang mencuat namanya ketika membela Persebaya Surabaya tersebut.

Saat ini, terangnya, seminggu sekal, 81 mengadakan uji coba. Salah satu contohnya dengan Tim PON Jatim 2016.

''Kami sudah sering ke berbagai daerah. Ada undangan, ya kami terima,'' lanjut Uston.

Materi pemain 81 sendiri tak bisa dipandang sebelah mata. Mulai dari kiper hingga striker, pemainnya sudah malang melintas di kancah sepak bola nasional.

Di bawah mistar misalnya. Ada Ari Kurniawan yang lama beken di Deltras Sidoarjo, Persekabpas Kab Pasuruan, dan Persiram Raja Ampat. Ada juga mantan pemain nasional Dian Fakhrudin dan Nurul Huda di belakang.

Di tengah, selain Uston, dua juniornya yang juga asal Klagen, Rendy Irwan dan Arif Ariyanto, juga masuk skuad 81. Rendy dan Arif pernah berkostum Persebaya dan kini tampil di ajang Indonesia Super League. Rendy di Persija Jakarta dan Arif di Persela Lamongan. Untuk barisan depan, ada Sugiarto yang pernah membela Deltras.

Berapa bayarannya? ''Kami tak membayar mereka. Bisa main bareng dan dapat keringkat sudah senang. Sekalian jaga kondisi untuk persiapan kompetisi,'' ungkap Uston.(*)





Banyak bintang lapangan hijau berasal dari Sidoarjo. Mereka pun menyempatkan diri berlatih bersama.
--
USTON Nawawi meneriaki rekan-rekannya masuk ke lapangan. Hanya, para pemain tersebut bukan penggawa Deltras, klub Liga Nusantara yang kini dibela Uston.

Mereka pun patuh dengan mantan pemain nasional di era 1990-an dan awal 2000-an tersebut. Padahal, mayoritas dari mereka berstatus bintang.

Para pemain itu pun akhirnya berdiri di belakang Uston untuk menjalani pemanasan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, agar tak mengalami cedera saat berhadapan dengan tim sepak bola proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 Jawa Timur (Jatim). Ya, mereka bergabung dengan tim yang menamakan dirinya 81.

''Tahun kelahirannya 81 kapan, saya sudah lupa. Sudah lama,'' kata Uston.

Nama 81 sendiri, paparnya, diambil dari pasal di hukum tentang penipuan dan penggelapan. Sambil bercanda lelaki yang pernah ditempa di Italia dalam proyek Baretti tersebut rekan-rekannya memang sering menipu dalam arti ingkar janji kalau disuruh datang latihan tepar waktu.

Oleh rekan-rekannya, arek Klagen, Sukodono, Sidoarjo, tersebut dituakan. Selain faktor usia, pengalaman Uston dianggap paling mumpuni dibandingkan dengan lain-lawannya.

''Kami sering kumpul bersama. Biasanya, kami komplet pas jeda kompetisi seperti sekarang ini,'' ujar lelaki 39 tahun tersebut.

Biasanya, tambah Uston, lintasan atletik luar Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, menjadi tempat berkumpul. Di sana, mereka mengasah kemampuan dengan permainan kucing-kucingan.

''Namun, juga main di lapangan besar. Lapangan Sepande menjadi tempat kami bermain,'' ujar lelaki yang mencuat namanya ketika membela Persebaya Surabaya tersebut.

Saat ini, terangnya, seminggu sekal, 81 mengadakan uji coba. Salah satu contohnya dengan Tim PON Jatim 2016.

''Kami sudah sering ke berbagai daerah. Ada undangan, ya kami terima,'' lanjut Uston.

Materi pemain 81 sendiri tak bisa dipandang sebelah mata. Mulai dari kiper hingga striker, pemainnya sudah malang melintas di kancah sepak bola nasional.

Di bawah mistar misalnya. Ada Ari Kurniawan yang lama beken di Deltras Sidoarjo, Persekabpas Kab Pasuruan, dan Persiram Raja Ampat. Ada juga mantan pemain nasional Dian Fakhrudin dan Nurul Huda di belakang.

Di tengah, selain Uston, dua juniornya yang juga asal Klagen, Rendy Irwan dan Arif Ariyanto, juga masuk skuad 81. Rendy dan Arif pernah berkostum Persebaya dan kini tampil di ajang Indonesia Super League. Rendy di Persija Jakarta dan Arif di Persela Lamongan. Untuk barisan depan, ada Sugiarto yang pernah membela Deltras.

Berapa bayarannya? ''Kami tak membayar mereka. Bisa main bareng dan dapat keringkat sudah senang. Sekalian jaga kondisi untuk persiapan kompetisi,'' ungkap Uston.(*)






0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com