www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Sabtu, 27 Juni 2015

Bintang Persebaya Ini Tak Menyesal Jadi Driver Bank

PUTRA:Kirom bersama Moch Bahrul Ridoh (foto;sidiq)
Pesepak bola pernah bergelimang harta. Tapi, dengan usia yang sudah tak muda, Abdul Kirom pun akhirnya mau bekerja.
--
ABDUL Kirom harus masuk pada Sabtu (27/6/2015). Ini tak biasanya karena Sabtu merupakan jadwal liburnya selain Minggu.

''Lagi ada pekerjaan tambahan. Tapi, nggak sampai petang. Pukul 15.00 WIB, saya sudah pulang,'' kata Kirom kepada pinggirlapangan.

Ya, sejak 2012, lelaki asal Krian, Sidoarjo, tersebut bekerja di Bank Jatim Cabang Mojokerto. Dia bukan sebagai kepala.

''Saya driver (sopir). Memang agak terlambat karena usia sudah 35 tahun,'' ungkap Kirom.

Dia bekerja setelah kemampuannya sebagai pesepak bola sudah tak laku lagi di kompetisi resmi PSSI. Meski, dia dulunya adalah salah satu bintang yang pernah dibesarkan tim sekelas Persebaya Surabaya.

''Saya beranikan minta ke pekerjaan ke Pak Johny (Fahamsyah, mantan pelatihnya di Persebaya Junior). Dia suruh nunggu tapi gak sampai sebulan, saya sudah diterima sebagai driver,'' ujarnya.

Ya, di tangan Johny pula, nama Kirom sebagai pesepak bola muda mulai dikenal. Dengan skill yang dimiliki, empat kali mampu menembus persaingan Persebaya Junior.

''Itu pula yang membawa saya masuk ke Persebaya Senior di musim 1996/1997. Alhamdulillah, saya menjadi bagian saat menjadi juara Liga Indonesia,'' kenang arek Desa Semawut tersebut.

Di Green Force, julukan Persebaya, Kirom menjadi idola baru. Dengan posturnya yang kecil untuk ukuran pesepak bola senior karena tingginya tak lebih 165 sentimeter, dia pun mendapat julukan Ciblek.

Di rumahnya, foto saat masih bersama Persebaya pun terpampang. Saat dia bermain di home maupun saat menerima medali dari Wakil Presiden RI saat itu Try Soetrisno dipajang.

''Saya harus bersaing dengan pemain-pemain kawakan. Ada Jacksen F. Tiago, Koko (Ronald Pieterz), maupun dengan Carlos de Mello,'' urainya. Jacken dan Carlos merupakan pemain asing asal Brasil. Selain itu, masih ada Justinho yang juga satu negara dengan mereka. Hanya, dia beroperasi di belakang.

''Persaingannya sangat ketat. Bahkan, untuk itu, saya harus dites selama tiga bulan,'' ujar  Kirom.

Namun, kebersamaannya bersama tim asal Kota Pahlawan, julukan Surabaya, tersebut tak bertahan lama. Pada 1997/1998, dia harus rela ke Arseto Solo.

''Saya terkesan dengan Arseto. Bayaran dan bonus tak pernah telat,'' ungkap bapak dari Moch Bahrul Ridoh dan Moch Baktiar Kirom tersebut.

Setelah itu, Kirom pun berkelana dari satu klub ke klub lain. Namun, pada musim 2003, suami Wiwin Irawati tersebut sempat kembali ke Persebaya yang tengah terpuruk ke Divisi I  yang ketika itu ditangani Mohammad Al Hadad alias Mamak dan digantikan Jacksen F. Tiago di tengah jalan.

''Saya mampu membawa Persebaya juara Divisi I dan promosi ke Divisi Utama lagi (yang saat itu masih kasta tertinggi di kompetisi sepak bola Indonesia,'' jelas Kirom.

Tapi, saat Divisi Utama, Kirom kembali tercampakan. Pemain yang memulai karir di PSAD, anggota klub internal Askot PSSI Surabaya, itu harus keluar meninggalkan klub yang sangat dicintainya tersebut. Hingga akhirnya pada 2008, dia pun kali terakhir berlaga membela klub kampung halamannya, Persida Sidoarjo.

''Sempat menganggur hingga akhirnya saya berani minta pekerjaan ke Pak Johny,'' ucap Kirom. (*)


Sekilas tentang
Nama: Abdul Kirom
Usia: 38 tahun
Orang tua: Mochammad Yahya Tamyis-Waki
Istri:Wiwin Irawati
Anak: Mochammad Bahrul Ridoh-Mochammad Baktiar Kirom
Rumah: Desa Semawut, Krian, Sidoarjo

Karir
1992-1996: Persebaya Junior
1996-1997: Persebaya Surabaya
1998: Arseto Solo
199-2000: Persijatim Jakarta Timur
2001-2003: Persikad Depok
2003-2004: Persebaya Surabaya
2004-2006: Persikad Depok
2006-2007: Persekabpas Kab Pasuruan
2007-2008: Pelita KS Cilegon
2008: Persida Sidoarjo

Prestasi:
1996-1997:  Persebaya juara Divisi Utama Liga Indonesia
2000: Jatim meraih emas PON
2003: Persebaya Juara Divisi I

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com