www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Sabtu, 13 Juni 2015

Klub Lokal dengan Materi Pemain ISL

SEGAN: Sahar (depan tengah) bersama pemain Buaya Sakti

PSB Buaya Sakti bukan klub profesional. Namun, tim tersebut selalu diperkuat para pemain dengan label bintang.

--
PARA pemain tengah berganti kostum. Mereka memakai kaos dengan tulisan PSB di dada.

Itu dilakukan sebelum PSB atau PS Buaya Sakti hendak melakukan laga uji coba melawan Deltras, tim Liga Nusantara yang pernah disegani di pentas Indonesia Super League, di Stadion Jenggolo, Sidoarjo, pada Kamis (11/6/2015). Buaya Sakti dulunya merupakan klub anggota Askab PSSI Sidoarjo.

''Sekarang, klub itu sudah saya jual. Saat saya tangani, Buaya Sakti masih di kompetisi Kelas Utama (level tertinggi di kompetisi Askab PSSI Sidoarjo),'' kata Sahar Maulana di bench Stadion Jenggol

Meski sudah dijual,nama Buaya Sakti tetap melekat kepadanya. Tim tersebut tetap sering mengikuti ajang antarkampung (tarkam).

Bahkan, klub asal Desa Sumberejo, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, tersebut sudah dikenal sebagai rajanya tarkam. Ini disebabkan  Buaya Sakti, tambah Sahar, diperkuat para pemain-pemain bintang yang tak hanya membela klub-klub besar tapi juga Indonesia.

''Dulu, Bejo (Sugiantoro) dan Mursyid (Effendi), dua mantan pemain Persebaya Surabaya dan Timnas PSSI, sudah langganan membela Buaya Sakti. Tentu waktunya pas mereka tak latihan di klubnya,'' kata Sahar.

Para pemain bintang pun jarang menolak jika diundang oleh lelaki 49 tahun tersebut. Itu terbukti saat menghadapi The Lobster, julukan Deltras. Buaya Sakti diperkuat oleh pemain-pemain yang sarat pengalaman mulai dari di bawah mistar hingga depan.

Di posisi penjaga gawang ada Ari Kurniawan (eks Deltras, Persekabpas Kabupaten Pasuruan, dan Persiram Raja Ampat Papua), Putut Wijanarjo (eks Persida Sidoarjo), dan Nasirin (eks Persida dan Persipur Purwodadi).

Di tengah terdapat nama Khoirul Mashuda (eks Deltras dan Madura United), Arif Basuki (eks Deltras dan Perseba Super Bangkalan), dan Arif Ariyanto (eks Persebaya Surabaya, Arema, dan Persela Lamongan). Sementara di depan ada Sugiarto (eks Deltras dan PSBI Blitar).

''Saya hubungi mereka datang semua. Alhamdulillah, para pemain percaya kepada saya,'' ungkap Sahar.

Menurutnya, kompetisi yang tengah vakum juga membuat Ari Kurniawan dkk datang. Membela Buaya Sakti bisa mengisi waktu sekaligus dompet para pemain.

Sayang, Sahar enggan menyebutkan bayaran yang diberikan kepada para pemain tersebut. Pemain pun juga setali tiga uang. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com