www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Senin, 29 Juni 2015

Lapangan Pencetak Bintang Itu Tengah Rusak

Lapangan Klagen yang berada di sisi jalan Sukodono-Krian
Kampung Klagen terkenal banyak melahirkan pesepak bola handal. Bukan hanya level daerah tapi sudah nasional. Sayang, mereka sudah jarang berkumpul bersama di lapangan desanya. Mengapa?
--
SEPASANG muda-muda tengah duduk di pinggir Lapangan  Klagen. Sepeda motor matik warna putih diparkir di sampingnya. Mereka tengah menikmati hijaunya rumput di lapangan yang masuk Desa Wilayut, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

Bisa jadi, keduanya tak menyadari bahwa mereka tengah berada di area yang menyimpan banyak sejarah. Ya, Lapangan Klagen tersebut telah melahirkan banyak pesepak bola handal.

Bukan hanya di level kecamatan ataupun kabupaten, tapi sudah nasional. Tercatat nama-nama pemain yang mengenakan lambang garuda di dadanya dilahirkan di lapangan yang berada di jalan penghubung Kecamatan Sukodono-Krian tersebut antara lain Uston Nawawi, Rendy Irwan, maupun Hariono.

Nama terakhir sampai saat ini masih berstatus penggawa timnas senior. Bahkan, Hariono, yang terakhir membela Persib Bandung, rumahnya tepat di depan lapangan.

Sementara Uston merupakan arek Klagen yang lama malang melintas sebagai gelandang Pasukan Garuda, julukan Timnas Indonesia, di pertengahan 1990-an dan awal 2000-an. Dia juga menjadi bintang klub besar Persebaya Surabaya. Kini, di usianya yang sudah tak muda lagi, 39, Uston masih membela tim Liga Nusantara, kompetisi level III di Indonesia, Deltras Sidoarjo.

Sedangkan Rendy merupakan maskot Persebaya 1927 yang kini membela Persija Jakarta. Dia juga pernah membela Indonesia di ajang internasional.

''Kali pertama kali Uston main ya di Lapangan Klagen. Begitu juga rekan-rekan seangkatan seperti Huda (Nurul Huda, eks PSSI Primavera) maupun Sutaji (eks gelandang Persebaya dan Arema,'' ungkap Suwadi, tokoh sepak bola Klagen yang juga ayah Uston, saat ditemui di rumahnya Jumat (25/6/2015).

Lapangan yang kondisinya terawat membuat talenta muda Klagen pun tak kenal lelah mengolah skill dan kecerdikan. Selain itu, lapangan tersebut juga dipakai berlatih SSB Kelud, yang didominasi anak-anak Wilayut.

''Tapi, sekarang kami sudah jarang berlatih bersama. Lapangannya sudah tidak enak dipakai,'' keluh Rendy.

Ini, terangnya, setelah adanya perbaikan selokan yang dilakukan. Truk pembawa material, ungkap Rendy, pun keluar masuk lapangan seenaknya. Akibatnya, kondisi tanah yang dulunya datar dan rumput yang rapi mulai bergelombang dan rusak.

''Memang benar seperti itu. Saya berharap kondisi seperti itu bisa diperbaiki,'' ujar Suwadi.

Tentu, uluran tangan dari pemerintah dalam hal ini Pemerintah Desa Wilayut akan membuat para bintang yang dilahirkan dari lapangan tersebut bisa berlatih bersama. Begitu juga dengan talenta-talenta muda yang siap tumbuh pun bisa menghabiskan waktunya di tempat yang bisa membuat skillnya keluar sempurna. Sehingga, Uston-Uston baru akan selalu muncul dari Lapangan Klagen. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com