www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Rabu, 17 Juni 2015

Wasit Sepak Bola, Tinju, dan Drum Band

MULTI: M. Rois di depan sekolah tempatnya mengajar
Berprofesi di tiga cabang olahraga bukan hal yang mudah. Namun, itu mampu dilakoni dengan baik oleh M. Rois. Siapa dia?
--
KERIPUT mulai terlihat di wajah M. Rois. Wajar karena sekarang usianya sudah menginjak 50 tahun.

Dia pun langsung mengajak duduk di teras SMPN 63 Surabaya, Kebonsari, Surabaya, tempatnya mengajar selama hampir 15 tahun. Dengan memakai celana training dan kaos polo, Rois pun.

Di pentas tinju Indonesia, namanya sangat dikenal. Rois merupakan wasit tinju yang bersertifikat WBO dan IBF.

Ini membuatnya sering nongol di televisi. Lelaki yang tinggal di kawasan Suromadu, Surabaya, ini pun juga sudah melanglang buana untuk memimpin pertandingan adu jotos profesional.

''Tapi, sekarang saya lebih banyak jadi komentator dan penata pertandingan,'' kata Rois saat ditemui Selasa sore (16/6/2015)

Hanya, siapa sangka, sebenarnya sepak bola merupakan olahraga yang ditekuni dan diseriusi kali pertama oleh Rois. Dulunya, dia merupakan pesepak bola PSAL dan turun di kompetisi internal Persebaya, sekarang Askot PSSI Surabaya.

''Saya berposisi di bek kanan. Namun, saya tak bisa total bermain sepak bola karena saya kuliah di IKIP Surabaya (sekarang Universitas Negeri Surabaya, Unesa) jurusan kepelatihan,'' ungkap Rois.

Setelah lulus pada 1988, setahun kemudian, dia menjajal pengalaman menjadi wasit  sepak bola. Lisensi C3 pun mampu disandangnya.

''1990, saya sudah punya C3. Saya pernah memimpin pertandingan di level provinsi meski tak banyak. Hanya, kalau kompetisi internal Persebaya sudah sering,'' tambah Rois.

Namun, ternyata, di sepak bola, Rois tak bertahan lama. Sebuah lowongan yang dibaca di sebuah media yang mencari wasit tinju muda membuatnya tertarik.

''Akhirnya, sepak bola berlahan saya tinggalkan dan serius sebagai wasit tinju. Apalagi, Aseng (promotor tinju terkenal dari Surabaya) mendukung karir saya,'' ungkap Rois.

Mulanya, dia hanya memimpin pertarungan di dalam negeri. Hanya, setelah memperoleh lisensi WBO dan IBF di akhir dekade 1990-an, Rois mulai sering ke luar negeri dan namanya dikenal di masyarakat.

''Memimpin tinju lebih muah dan simpel,'' ujarnya.

Dengan mengawasi 2 orang dalam satu ring saja tentu beda dengan mempelototi 22 pemain dalam lapangan sepak sepak bola.

Namun, di luar wasit sepak bola dan tinju, ada kegiatan lain yang mengerek nama Rois. Apa itu?

''Saya juga menjadi pelatih drum band. Baru saja, saya mengantarkan Surabaya meraih tiga emas dalam Porprov (Pekan Olaraga Provinsi) di Banyuwangi,'' ungkap Rois.

Drum band, lanjutnya, sudah lama ditekuni. Bahkan, dalam lima tahun terakhir, posisi pelatih Surabaya selalu dipercayakan kepadanya.

''Awalnya, saya melatih fisik. Tentu, ilmu yang saya pakai adalah ilmu sepak bola,'' ujar Rois.

Di drum band, jelasnya, juga ada lomba kecepatan. Ini membuatnya pun sering melatih kecepatan anak asuhnya. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com