www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Selasa, 07 Juli 2015

Ingin Ajak Keluarga Bisa ke Brasil

SEKARANGClaudio pada 7 Juli 2015
DULU: Claudio saat di Arema
Claudio de Jesus pernah mengalami masa jaya sebagai pesepak bola di Arema. Cedera membuatnya tak bertahan lama. Bagaimana kondisinya sekarang.
--
DULU, badan Claudio de Jesus kekar. Posturnya yang tinggi, sekitar 180 sentimeter, membuat dia layak diandalkan menjadi pilar lini belakang Arema.

Kini, tak banyak yang berubah darinya. Tonjolan otot di tangan tetap terlihat meski usianya sudah 39 tahun.

Hanya, sudah ada sedikit lemah di sekitar perut. Selain itu, rambut ikal yang menjadi ikonnya sudah berganti plontos.

''Saya sudah jarang berlatih sepak bola setiap hari. Kini, hanya seminggu sekali di Lapangan Agro Batu,'' kata Claudio ketika bertemu di sebuah pusat perbelanjaan di Surabaya selatan pada Selasa (7/7/2017).

Claudio merupakan salah satu pesepak bola asing yang pernah mereeguk sukses dan mencuat namanya di Indonesia. Dia pernah membawa Singo Edan, julukan Arema, pesta gelar.

''Saya membawa Arema  juara Divisi I pada 2003/2004 dan dua kali juara Copa Indonesia 2003/2004 dan 2004/2005,'' kenang pesepak bola asal Brasil tersebut.

Baginya, Arema menjadi klub yang paling dikenangnya. Claudio mengenal klub tersebut karena diajak rekannya asal Negeri Samba, julukan Brasil, Junior Lima.

''Saat itu, pada 2003, Junior Lima pulang ke Brasil. Dia dimintai tolong pelatih Arema saat itu Benny Dolo untuk mencari pemain belakang yang karakternya keras,'' ungkap Claudio.

Cerita yang dikisahkan lelaki yang berposisi penyerang tersebut membuat Claudio terpihat. Dia pun meninggalkan St Catarina di negara bagian Sau Paulo.

''Saya sempat mengalami kesulitan bahasa di Indonesia. Untung ada Junior Lima yang sangat membantu,'' ujar bapak tiga anak Fima(9), Felicio (7), dan Fatimah (1) tersebut.

Namun, saat di lapangan, dia mengakui hanya melihat gerakan tangan Bendol, sapaan karib Benny Dolo. Hingga akhirnya, mantan pelatih nasional tersebut merekomendasikannya bergabung klub pujaan Aremania tersebut.

''Saya seleksi lama, hampir 1 bulan. Piala Gubernur menjadi ajang pembuktiaan saya,'' kenangnya.

Di Arema pula, Claudio mendapat tambahan hati. Seorang perempuan asal kota kedua terbesar di Jawa Timur tersebut, Maya, akhirnya diperistri.

''Dia dulunya juga kerja di Arema. Saya menikahinya pada 2005,'' terang Claudio.

Claudio pun masuk Islam dan sudah jarang memakai nama de Jesus di belakang. Seebagai gantinya ada tambahan nama Bacelos.

Sebenarnya, dia ingin bertahan lama di Arema. Tapi, Claudio tak bisa menolak ajakan rekannya satu negara yang juga menjadi sahabatnya, Carlos de Mello, ke PSM Makassar pada musim 2006/2007.

''Di PSM pula, saya mengalami cedera sehingga tak bisa tampil optimal. Apalagi, Carlos juga tak sampai selesai menangani PSM,'' lanjutnya.

Usai dari Pasukan Ramang, julukan PSM, Claudio pun bermain di kasta kedua Persibat Batang (Jawa Tengah) dan Persipasi Bekasi (Jawa Barat).

''Setelah pensiun, saya mulai melatih. Saya mendirikan SSB Brazil Style Football di Malang,'' ucap Claudio.

Di sela-sela itu, dia juga menangani klub CJI Pasuran pada 2010. Saya baru berhenti di klub itu setelah menjadi pelatih Persipura Jayapura pada 2015,'' ungkapnya.

Posisinya di CJI, terang Claudio, digantikan I Putu Gede. Dia merupakan rekannya saat di Arema.

Claudio bisa ke Mutiara Hitam, julukan Persipura, atas ajakan Osvaldo Lessa yang juga berasal dari Brasil. Selain Claudio, Lessa juga dibantu Metu Duaramuri dan Chris Yarangga sebagai asisten.

Di bawah Lesa, sapaan karib Osvaldo Lesa, Persipura mampu menembus perdelapan final AFC Cup. Langkahnya terhenti karena Indonesia mendapat sanksi dari FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional) karena adanya carut marut antara PSSI dan Menpora.

''Belum rezeki saya mungkin. Tapi, saya berharap bisa kembali ke Persipura,'' lanjut Claudio.

Harapan lainnya selain kembali Papua adalah mengajak keluarganya ke Brasil. Sejak menikah dan mempunyai tiga orang anak, sang istri belum pernah bertatap langsung dengan mertua.

''Semoga bisa terlaksana meski uang yang dikeluarkan tak sedikit,'' pungkas Claudio. (*)

Sekilas tentang Claudio
Nama : Claudio de Jesus
Lahir: Brasil, 26 Juni 1976
Kebangsaan: Brasil
Istri: Maya
Anak:Fimo, Felicio, Fatimah
Domisili: Malang

Klub yang dibela
2003-2007: Arema
2007/2008: PSM Makassar
2008/2009: Persipasi Bekasi
2009/2010: Persibat Batang

Klub yang dilatih
2009-sekarang: SSB Brasil Style Football
2010-2014: JCI Pasuruan
2013: Arema U-21
2015-..: Persipura (asisten pelatih)

Prestasi
2003/2004: Arema juara Divisi I
2004/2005: Arema juara Copa Indonesia
2005/2006: Arema juara Copa Indonesia


0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com