www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Minggu, 26 Juli 2015

Main Tarkam Lebih Menjanjikan untuk Hidup

KONDISI: Evandro
PEMBATASAN pemain asing membuat pesepak bola ekspatriat pun kelimpungan. Apalagi, mereka yang sudah menikah dengan warga negara Indonesia. Tarkam pun menjadi solusi agar bisa menghidupi keluarga?
--
EVANDRO tengah melakukan pemanasan. Ini dilakukan sebelum dia bergabung dalam latihan Ortas, kumpulan pesepak bola senir Sidoarjo, yang hendak berlatih di Stadion Jenggolo, Sidoarjo, pada Jumat (24/7/2015).

Berlatih bersama Ortas menjadi salah satu aktivitas lelaki Brasil yang bernama lengkap Evandro Antonio Bevilaqua tersebut. Itu setelah musim ini dia belum memperoleh klub. Apalagi, kondisi sepak bola Indonesia tengah kacau balau setelah PSSI dibekukan Menpora.

Kehadirannya di Ortas juga dijadikannya untuk bisa menjaga kondisi. Tapi, itu bukan untuk mendapatkan klub.

''Biar kalau ada undangan tarkam, kondisin saya tetap terjaga. Sekarang lagi musimnya,'' kata Evandro kepada pinggirlapangan.

Tarkam sendiri merupakan kependekan dari antarkampung. Yakni pertandingan sepak bola antarkampung yang dilaksanakan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat. Penonton pun ditarik uang masuk layaknya menyaksikan pertandingan resmi.

''Sebelum puasa, saya habis membawa tim di Nganjuk (Jawa Timur) juara. Lumayan bayarannya bisa sampai Rp 1 juta,'' ungkap lelaki 33 tahun tersebut.

Hasil itu, jelas dia, membuat Evandro bersama rekan-rekannya seperti I Putu Gede (mantan pemain nasional yang pernah membela Persebaya Surabaya dan Arema Malang), Sutikno (mantan pemain Persebaya, Deltras,dan Borneo FC), maupun Nugroho Mardiyanto (mantan Persebaya dan PS Mojokerto Putra) kembali diajak membela tim asal Nganjuk tersebut.

Bahkan, sebulan, dia pernah bermain tarkam hingga 15 kali. Ini, jelasnya, membuat kantongnya tetap terisi.

''Bayarannya bisa lebih banyak kalau main kompetisi seperti sekarang. Gaji hanya Rp 4-5 juta sebulan dan bonusnya pun juga tidak banyak,'' lanjut Evandro.

Dia pun tak segan menerima order dari luar Jawa Timur. Dia pernah bermain tarkam hingga ke Jakarta dan Bandung.

''Di sana bisa Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Kalau lolos dan menang terus, uang kita semakin banyak karena peserta di Jakarta dan Bandung sangat banyak bisa 100 tim lebih,'' lanjut pesepak bola yang pernah membela Mitra Kukar (Kaltim), Persih Tembilahan (Riau), Deltras Sidoarjo (Jawa Timur), PS Mojokerto Putra (Jawa Timur), dan Madura United (Jawa Timur) tersebut.

Dia mengaku senang jika memperoleh bos tarkam yang banyak duit. Selain bayarannya besar, kebutuhannya makan juga terpenuhi.

''Yang Malang dan Nganjuk, uangnya banyak sekali. Dia ingin selalu mengajak saya main kalau timnya tampil di tarkam,'' ujar Evandro.

Hanya, dia mengaku tetap bisa kesehatan serta bermain ekstrahati-hati. Tujuannya agar dia tak mengalami cedera dan sakit. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com