www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Sabtu, 11 Juli 2015

Pilih Jaga Malam Hari agar Tetap Bisa Melatih

SETIA: Hari Saptono dengan seragam satpam.
Membela klub sebesar Persebaya Surabaya dan Mitra Surabaya bukan bakal bergelimang harta usai pensiun. Pesepak bola satu ini menjadi satuan pengaman (satpam) selama belasan tahun.
--
JAM sudah menunjukkan pukul 23.15 WIB. Tapi, Hari Saptono baru datang di kawasan ruko di Pepe Legi, Waru, Sidoarjo, dari rumahnya di Citra Fajar Golf,Sekardangan, yang jaraknya sekitar 10 kilometer.

Orang pasti tak menyangka jika sosok tersebut pernah menjadi pujaan publik sepak bola Surabaya. Itu terjadi ketika Hari dipercaya masuk Persebaya Senior di era Liga Indonesia I (1993/1994) dan Liga Indonesia II (1994/1995).

''Saya memang memilih malam hari. Agar saya tetap bisa beraktivitas di sepak bola,'' kata Hari saat ditemui pada Kamis malam (9/7/2015).

Ya, sepak bola merupakan nadi bagi kehidupan lelaki kelahiran 1973 tersebut. Apalagi, statusnya kini merupakan pelatih Assyabaab, klub besar asal Ampel, Surabaya.

''Dulu sempat jaga pagi. Tapi, untung teman-teman mau mengerti dengan saya ajak gantian malam,'' lanjut Hari.

Pekerjaan sebagai penjaga malam atau satpam sudah dia jalani sejak 2000 atau 15 tahun. Hari tercatat sebagai penjaga malam di sebuah kantor BNI 46.

''Saya di sini sejak 2010. Hanya, saya sempat keluar sebentar. Untung, masih bisa diterima lagi,'' ujar Hari.

Lelaki yang berposisi sebagai stopper saat masih aktif sebagai pesepak bola itu bisa bekerja sebagai satpam atas ajakan rekan kuliahnya. Ya, Hari merupakan alumus D3 Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (FISIP Unair), Surabaya.

''Sebenarnya, saya sudah mau jadi staf. Tapi, saat itu, usia saya sudah 26 tahun atau lewat satu tahun,'' ujarnya.

Mengetahui itu, rekannya mengajak menjadi satpam karena saat itu yang lagi di cari di posisi itu. Hari pun tak kuasa menolak.

''Namun, saya masih bisa berlatih di Assyabaab. Bahkan, saya bisa ikut seleksi dan hampir masuk di Barito Putera, meski sudah kerja jadi satpam,'' urai Hari yang juga pernah membela Mitra Surabaya di Liga Indonesia IV atau musim 1997/1998.

Hanya, masalah nonteknis yang membuatnya urung bergabung dengan Barito Putera. Akhirnya, Hari pun balik ke Assyabaab.

''Saat itu, saya digaji oleh Assyabaab yang lumayan besar. Assyabaab memang banyak membantu dalam karir dan kehidupan saya,'' lanjut lelaki yang kini sudah dikaruniai tiga buah hati tersebut.

Di Assyabaab pula, sejak 2010, Hari pun mulai menekuni dipercaya menjadi staff pelatih. Dimulai dari asisten, kini dia sudah menjadi pelatih kepala. (*)


Sekilas tentang
Nama: Hari Saptono
Usia: 42 tahun
Anak:3
Pekerjaan: Satpam BNI 46

Karir
Pemain:
1988-2010: Asyabaab
1988-1990: Persebaya Surabaya Junior
1992: Persebaya U-21
1993-1995: Persebaya Senior
1997-1998: Mitra Surabaya
2000-2001: PS Pusri Palembang, Sumatera Selatan
---


0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com