www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Sabtu, 29 Agustus 2015

Legenda Persebaya Berduet di Lapangan Lagi

TANGGUH: Mursyid (kiri) dan Bejo
Persebaya Surabaya menjadi tim yang disegani di era 1990-an hingga pertengahan 2000-an. Gelar bergengsi pun mampu disabet. Salah satu kuncinya adalah tangguhnya lini belakang.
--
MURSYID Effendi dan Bejo Sugiantoro memakai kaos hijau. Mereka pun tengah melakukan pemanasan sebelum turun ke pertandingan.

Nomornnya pun tetap nomor andalan keduanya. Mursyid dengan nomor 6 dan Bejo di punggungnya tertulis nomor 5.

Tapi, kejadian itu bukan terjadi pada pertengahan 1990-an hingga 2000-an. Saat itu, Mursyid dan Bejo menjadi dua mata keping yang tak terpisahkan dalam kesebalasan Persebaya Surabaya.

Namun, keduanya tengah berada di Lapangan Karangan, Wiyung, Surabaya, pada Rabu (26/8/2015). Stopper dan libero legendaris Green Force, julukan Persebaya, tersebut akan membela PS Keres, sebuah tim amatir, untuk berlaga dalam sebuah turnamen galdes.

Pada Rabu lalu, badan keduanya sudah tak sekekar dulu. Khususnya Mursyid.

Lama pensiun, membuat lemak sudah banyak menimbun tubuhnya. Tapi, dia mampu menutupi dengan aktivitasnya yang terus bergerak di lapangan.

Mursyid dan Bejo pun masih tetap akrab. Meski, keduanya sudah lama tak berjumpa. Apalagi, keduanya sekarang menangani tim yang berbeda.

Mursyid bergelut dengan menjadi pembina di klub internal Askot PSSI Surabaya Mitra. Sedangkan Bejo mulai serius menjadi pelatih di Surabaya Football Club (SFC).

Hanya, itu tak mengurangi kekompakan di lapangan. Keduanya tetap susah ditembus pemain lawannya, Pusaka, Karangan, yang diisi para pemain dengan usia belasan. Bahkan, keduanya beberapa kali menunjukkan skill tinggi. Seperti ketika masih menjadi pilar Persebaya.

Ya, konstribusi Mursyid dan Bejo mampu membuat tim asal Kota Pahlawan, julukan Surabaya, menjadi tim yang disegani para lawan. Para penyerang pun harus kerja ekstrakeras untuk bisa membongkar kokohnya duet Mursyid dan Bejo.

Hasilnya, juara Divisi Utama pada Liga Indonesia 1996/1997 mampu disabet. Kemudian, menjadi juara lagi pada 2004. Ini membuat Persebaya menjadi wakil Indonesia di ajang Liga Champions Asia.

Tangguhnya Muryid dan Bejo pun membuat keduanya juga kembali berkolaborasi di Timnas Indonesia. Sayang, seuah insiden memuat Murysid harus disanksi larangan seumur hidup bertanding di ajang internasional bersama Pasukan Garuda, julukan Timnas Indonesia.

Jadi, sungguh beruntung parra penonton yang hadir di Lapangan Karangan pada Rabu lalu. Mereka bisa menyaksikan dua legenda hidup Persebaya beraksi dengan skill tinggi. Meski usia sudah tak muda lagi. (*)

Sekilas tentang dua legenda
Mursyid Effendi
Lahir: Surabaya,23 April 1972
Posisi; Stopper
Karir bermain
1994-2007: Persebaya  Surabaya
2007: Persiku Kudus
1998: Timnas

Bejo Sugiantoro
Lahir: 2 April 1977
Posisi: Libero
Karir bermain
1994-2002: Persebaya Surabaya
2003-2004: PSPS Pekanbaru
2004-2008: Persebaya Surabaya
2008-2009: Mitra Kukar
2009-2011: Persidafon Dafonsoro
2011-2013: PS Mojokerto Putera
1997-2004: Timnas

1 comments:

bimo bimbim mengatakan...

apik tulisane ..salam kenal ..bisa bagi kontaknya ?

27 September 2015 19.40

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com