www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Sabtu, 08 Agustus 2015

Selalu Terkenang Perjuangan Uston

Suwadi di depan rumah yang dulu tempat mendidik Uston
Uston Nawawi menjadi salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Tapi, usaha untuk meraih ke situ butuh perjuangan ekstraberat dengan dukungan orang tua.
--
SEBUAH gapura dengan tulisan Klagen tertera di depan. Tak ada yang beda dengan kampung-kampung lainnya yang ada di Desa Wilayut, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur, tersebut.

Namun, di gang itu lahir para seniman-seniman lapangan hijau. Salah satunya yang sangat populer adalah Uston Nawawi.

Rumah Uston tak mengalami perubahan. Hanya, sekarang, di depan rumahnya ada peralatan sound system besar yang biasa dipakai untuk hajatan. Di sampingnya juga ada peralatan makan.

''Sekarang, kami ada usaha persewaan alat untuk hajatan. Kalau ada yang sekalian makannya, kami memakai tempat Uston,'' kata Suwadi, ayah Uston.

Di ruang tamu rumahnya juga terdapat beberapa foto Uston saat masih berkostum Persebaya Surabaya dan juga Timnas Indonesia. Di dua tim itu, karir lelaki kelahiran 6 September 1977 itu layak dibanggakan.

Tapi, siapa sangka, saat memulai karirnya di lapangan hijau, Uston rela mengorbankan masa kecilnya. Begitu juga dengan Suwadi yang menghabiskan banyak waktu guna mendukung perjalanan anak ketiganya tersebut.

''Kali pertama, Uston latihan di SSB Kelud yang lapangannya di pinggir jalan sebelum masuk gang ini tadi. Saat itu, dia masih SD,'' jelas Suwadi.

 Setelah SMP, Uston, terangnya, bergabung dengan SSB Dolog, Surabaya. Hampir setiap hari, usai menuntut ilmu, rela naik angkutan umum dari kawasan Ksatrian ke Dolog yang ada di Jalan Ahmad Yani.

''Setelah SMA, saya nyari sekolah swasta yang izinnya mudah. Namun, habis sekolah, saya harus mengantar ke Surabaya juga karena Uston sudah mulai masuk Persebaya Junior,'' ungkapnya.

Ketika panggilan ke Jakarta mengikuti seleksi PSSI Baretti, Uston, tambah dia, berangkat bersama rekan-rekannya. Dari situlah, karir anaknya tersebut mulai menanjak.

Uston digembleng ke Italia,kemudian masuk Persebaya senior, hingga langganan Timnas Indonesia. Hanya, Suwadi, selalu mengingat bahwa perjuangan menuju puncak tersebut dilakoni anaknya dengan kerja keras dan rela membuang masa remaja. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com