www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Sabtu, 05 September 2015

Punya Teman yang Mengerti Dirinya (2-Habis)

Anang Ma'ruf tak mau mengingat masa lalu
Anang Ma'ruf tak malu untuk terjun sebagai tukang ojek. Hanya, dia tak total di sana. Mengapa?
--
SEBAGAI pesepak bola, Anang Ma'ruf terkenal tak pernah macam-macam. Bahkan, kehidupannnya di luar lapangan pun ikut tak tersorot.

Jadi, ketika dia memutuskan menjadi tukang ojek, pembicaraan pun ramai. Ke mana uang hasil jerih payahnya di lapangan.

''Uang saya pakai untuk investasi. Tapi, sekarang bsudah habis tak tersisa dan tabungan juga ludes,'' ungkap Anang.

Hanya, lelaki 39 tahun tersebut enggan membicarakan masalah itu. Anang tak ingin luka hatinya itu terbuka kembali.

Di saat kondisi ekonominya mulai goyah, untuk ada rekannya, Fachrudin, yang memberikan uluran. Memang bukan dalam bentuk uang secara langsung.

Mantan gelandang Persebaya Surabaya dan Deltras tersebut mengajaknya sibuk di sepak bola lagi. Anang diajaknya menjadi pelatih di sekolah sepak bola.

''Beberapa hari terakhir, saya terjun di SSB Simo United. Hampir setiap hari saya punya kesibukan di lapangan,'' ujar pemain denganbdaya jelajah tinggi tersebut.

Ini, ungkap Anang, bisa mengalihkan pikiran dengan perjalanan hidupnya sekarang. Dia pun juga bisa membagi ilmunya yang segudang saat masih bermain.

''Ilmu yang dari Italia saat saat dilatih di Primavera pun juga saya bagikan,'' ujar Anang.

Dia mengaku memulai dari nol. Hanya, kini, diawalinya sebagai pelatih.

Dia pun berharap kondisi sepak bola Indonesia ikut membaik. Anang berharap, jika itu terjadi akan ikut mempengaruhi pendapatannya sebagai pelatih.(*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com