www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Sabtu, 26 September 2015

Sudah Paham Karakter Pemain Papua

Djoko Susilo malang melintang di Indonesia Timur.
Bumi papua sudah tak asing baginya. Meski sebenarnya dia berasal dari Malang,Jawa Timur.
--
TAK gampang menangani pesepak bola Papua. Faktor kedisiplinan menjadi masalah utama.

Ini yang membuat tak banyak pelatih yang sukses atau bertahan lama di Bumi Cenderawasih,julukan Papua. Nama Rudy Keltjes, Rahmad Darmawan, dan Jacksen F. Tiago menjadi perkecualian.

Keltjes mampu memoles talenta pesepak bola Papua menjadi sebuah mutiara yang bersinar di luar daerah. Sementara Rahmad dengan latar belakang militer mampu mengantarkan Persipura Jayapura mengakhiri dahaga gelar dengan menjadi juara liga Indonesia pada 2005  Sukses lebih besar dilanjutkan oleh Jacksen.

Selama enam tahun menangani Mutiara Hitam,julukan Persipura, enam gelar mampu dipersembahkan
Mulai dari juara Liga Indonesia. Tiga kali juara yakni pada 2009, 2011, 2013 dan tiga kali runner up pada 2010, 2012,2014.

Selain ketiganya, ada sosok lain yang juga sudah membumi di papua. Siapa? Dia adalah Djoko susilo.

"Saya sejak 2004 menangani tim Papua. Dimulai dari Persiwa wamena," kata djoko saat ditemui usai melatih pemain Pra PON Papua di Sidoarjo pada 17 September 20015.

Hubungan lelaki asal Dampit,Malang, tersebut dengan Badai Pegunungan Tengah,julukan Persiwa, berlangsung lama. Hampir lima tahun.

Setelah itu, Djoko mengembara ke Pulau Jawa. Persela Lamongan dan Gresik United ditangani pada 2011 dan 2012.

"Saya kembali ke Papua dengan menangani Perseman Manokwari. Tapi setelah itu, saya ke Jawa lagi dengan menjadi pelatih Deltras Sidoarjo," lanjut pelatih berusia 55 tahun tersebut.

Eh, dari the Lobster,julukan Deltras,  Djoko balik ke provinsi paling timur Indonesia tersebut. Djoko memoles Persifak fakfak.

Di tangannya, tim tersebut lepas dari jeratan degradasi. Sederet capaiannya bersama tim-tim Papua itu pun membuat Pengprov PSSI setempat kepincut.

"Ada pengurus yang mengontak saya dan menawari untuk menjadi pelatih tim Pra PON Papua. Setelah ada titik temu, saya pun resmi menjadi pelatihnya," tambahnya.

Hanya, tak mudah baginya saat memulai kerja. Dia sudah disodori 40 pesepak bola hasil seleksi.

"Tapi banyak yang tak memenuhi standar. Tak lebih dari separo yang layak," ungkap Djoko.

Untuk itu, dia pun menambahnya dengan tiga pemain dari persipura U21. Nah, materi itu pun terus dioptimalkan Djoko.

"Saya kan sudah hafal karakter anak Papua. Jadi tak terlalu lama memolesnya," ujar lelaki yang pernah membela Persema Malang Junior tersebut.

Di bawah arahannya, Pra PON Papua merajai uji coba. Bahkan, Persipura senior dibuat kerepotan.

"Dua kali main, kami kalah tipis dan imbang," terang Djoko.

Hanya, dia tetap butuh lawan yang seimbang dalam setiap uji coba.  Pilihannya hanya satu, uji coba ke Jawa.

"Semua demi tujuan meloloskan Papua ke PON 2016 di jawa barat. Jangan bicara emas dulu." (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com