www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Jumat, 09 Oktober 2015

Mantan Kiper Timnas Pilih Jualan Sinom

SISA KEJAYAAN: Subakja saat di Stadion Jenggolo
Statusnya pernah menjadi penjaga gawang nasional. Sisa-sisa itu masih ada. Tapi, kini waktunya tercurah menekuni usaha.
--
RAMBUTNYA sudah memutih. Badannya pun sudah tak sekekar dulu saat masih aktif di lapangan hijau.

Hanya, dari seorang Subakja masih terlihat sisa-sisa kejayaannya sebagai salah satu kiper handal. Ya, pada awal 1980-an, dia pernah dipanggil menjadi penjaga gawang nasional Indonesia.

''Saya menjadi kiper bersama Sudarno di ajang Piala Presiden di Korea Selatan pada 1982. Memang, saya pelapisnya Sudarno,'' kata Subakja.

Namun, dia mengakui itu menjadi sebuah kebanggaan baginya. Apalagi, saat itu, persaingan menembus Pasukan Garuda, julukan Timnas Indonesia, sangat ketat.

Lelaki yang akrab disapa Barja ini memulai karirnya dari Bina Taruna, Jakarta. Hanya, saat itu, klub tersebut, tambahnya, belum dikelola oleh Bea dan Cukai.

''Dari Bina Taruna, saya bisa masuk ke Persija Jakarta Junior pada 1976. Setelah itu, saya masuk ke senior,'' kenang lelaki 57 tahun tersebut.

Setelah lama di Macan Kemayoran, julukan Persija, dia pun hengkang ke klub Galatama Perkesa 78 Sidoarjo. Ajakan dari Iswadi Idris tak kuasa ditolak.

''Hanya, saat pindah ke Jogja, saya nggak ikut. Saya tetap di Sidoarjo,'' lanjut Barja.

Mulai saat itu, hidupnya pun dihabiskan di Kota Udang, julukan Sidoarjo. Setelah menikah, dia pun semakin tak punya keinginan meninggalkan kota yang menjadi penyangga Surabaya tersebut.

''Dari Perkesa, saya sempat membela klub Surabaya di kompetisi internal.Lumayan lama hingga saya benar-benar pensiun sebagai kiper,'' tambah dia.

Meski punya label mantan kiper timnas, Barja ternyata belum pernah dan tak tertarik menjadi pelatih kiper. Bahkan, kini kesibukannya jauh dari sepak bola.

''Sejak setahun terakhir ini, saya berjualan sinom (minuman dengan bahan asam). Dulunya, istri yang membuat. Karena sibuk mengajar, sekarang saya yang membuat sinomnya,'' tambah Barja.

Meski belum puluhan hingga ratusan botol, tapi dia mengakui pemasukannya cukup lumayan. Soal rasa, Barja pun menjamin kelezatannya dan kandungan gizinya.

''Semua asli dari alam,'' pungkasnya. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com