www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Jumat, 06 November 2015

Datang tanpa Melihat Perbedaan

MEMORI: Alm Soepangat selalu dikenang
Soepangat dihormati banyak orang. Tak heran, banyak yang melepas kepergiannya. Sekat berseturuan antara dua Persebaya pun seolah hilang.
--
SUDAH banyak mobil parkir di sekitar Gelora 10 Nopember, Surabaya, pada Kamis pagi (5/11/2015). Para pemilik mobi bukan ingin menyaksikan pertandingan sepak bola yang berlangsung di stadion yang dibangun untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 1969 tersebut.

Mereka datang ke sebuah rumah yang berada sebelah selatan Gelora 10 Nopember atau tepatnya di Jalan Karanggayam. Tujuannya hanya satu, kali terakhir melepas kepergian Soepangat.

Ya, master of ceremony (MC) atau pembawa acara tersebut menutup usia pada umur 65 tahun. Penyakit kanker paru-paru membuat Soepangat menyerah.

Sejak pagi hingga siang, banyak yang datang. Mereka terdiri  sahabat Soepangat yang terdiri dari pengurus, pelatih, hingga pemain dan mantan pemain Persebaya.

Dari barisan pengurus tampak CEO Persebaya Indonesia Cholid Goromah maupun mantan manajer Persebaya Indah Kurnia . Ada juga mantan pelatih Green Force, julukan Persebaya Soebodro.

Dari deretan mantan pemain tampak mesin gol di era 1990-an yang terakhir menjadi asisten pelatih Timnas U-23 Mustaqim, Yusuf Ekodono (bintang di era 1990-an), Seger Sutrisno (gelandang era 1980-an), Maura Hally (gelandang era 1980-an) Roland Pieterz (penyerang era 1990-an) serta kiper Hendra Prasetya (era 2000-an).

Bahkan, mantan kapten dan kini pelatih Bonek FC, dulu Persebaya ISL, pun terlihat. Mereka tak melihat adanya perbedaan saat datang ke pemakaman. Soepangat sendiri dikebumikan di Karanggayam Selatan atau Karanggayam Teratai.

Kehilangan Soepangat pun juga ramai di media sosial. Beberapa pemain dan mantan pemain Persebaya pun memasang foto lelaki yang bekerja di Radio Gelora Surabaya (RGS) tersebut.

''Selamat jalan Pak Pangat. Semoga Khusnul Khotimah.'' Doa dengan dipasang foto Soepangat itu ada di media sosial milik kapten Persebaya 1927 Mat Halil. Begitu juga dengan mantan bek Aulia Tri Hartanto.

Mantan bintang dan juga pernah menjadi pelatih Persebaya Jacksen F. Tiago pun ikut berduka. Meski tengah berada di Malaysia karena menangani tim negeri jiran, Penang FC, sehingga tak bisa hadir langsung, dia mengirimkan sebuah karangan bunga.

Semua benar-benar merasakan kehilangan sosok Soepangat. Hidup dan semangatnya banyak tercurah untuk Persebaya. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com