www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Kamis, 05 November 2015

MC Legendaris Itu Berpulang

Suara khasnya bakal tak bisa didengar langsung saat Persebaya Surabaya turun bertanding. Sang empunya, Soepangat, telah menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis (5/11)
--
AYO rek, ojo tukaran (Ayo rek jangan berkelahi), Ayo rek ojo dolinan kembang api (Ayo rek jangan berkembang api) atau himbauan lainnya sering terdengar saat Persebaya Surabaya bertanding. Itu terjadi hampir setiap Green Force, julukan Persebaya, turun ke lapangan dalam kompetisi saat menjamu lawan-lawannya.

Dengan suara yang khas, ternyata itu dipatuhi oleh suporter Persebaya yang jumlahnya ribuan atau bahkan puluhan ribu yang datang ke Gelora 10 Nopember, Surabaya. Pemilik suara tersebut Soepangat.

Kharismanya saat menjadi pembaca acara atau master of ceremony menjadi ciri khas saat Persebaya tampil di Gelora 10 Nopember. Namun, mulai Kamis (5/11), suara langsungnya tak akan bisa terdengar lagi.

Pada usia 65 tahun, Soepangat harus menghadap Sang Khaliq. Penyakit kanker paru-paru membuat Supangat menyerah.

''Sudah sebulan dia sakit. Pak Pangat (sapaan karib Supangat) dalam dua minggu harus bolak-balik ke rumah sakit,'' terang Amin Istigfarin, rekan sekerja Supangat yang juga pimpinan Radio Gelora Surabaya (RGS).

Sebelumnya, tak pernah terdengar kabar bapak tiga anak tersebut sakit. Kesibukannya sebagai master ceremony  (MC) dalam pertandingan di Gelora 10 Nopember selalu membuat Soepangat terlihat enerjik.

Bahkan, dalam setiap pertandingan, suaranya yang khas menggelegar membuat siapapun yang mendengarnya akan tercuri perhatian. Namun, butuh waktu yang tak singkat untuk menjadi seperti itu.

''Sejak PON (Pekan Olahraga Nasional) 1969 di Surabaya,Pak Pangat sudah di RGS dan menjadi MC. Dia paham betul menguasai medan Tambaksari (daerah lokasi Gelora Sepuluh Nopember),'' lanjut Amin.

Gelora 10 Nopember sendiri bukan tempat yang asing bagi Soepangat. Rumahnya persis di selatan stadion legendaris tersebut

''Pak Pangat pernah cerita, Gelora 10 Nopember tersebut halaman baginya. Sebelum di bangun jadi stadion,tempat bermainnya ya di situ,'' tambah M Jamil, mantan sekretaris tim Persebaya yang juga sahabat dekat Soepangat.

Suara Soepangat pun tak bisa ditiru oleh MC yang lain. Caranya menghimbau suporter, memanggil nama pemain, serta moment saat Persebaya mencetak gol pun tak ada duanya.

Sayang, semua itu sudah tak ada. Saat meninggalnya Soepangat, rumahnya penuh dan sahabat-sahabatnya. Bukan hanya pemain, pengurus, para wartawan dan suporter pun melepas kepergian MC legendaris itu Selamat jalan Pak Pangat. Semoga khusnul khotimah. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com