www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Jumat, 25 Maret 2016

Alumnus Garuda II Pilih Latih Pemain Muda-1

PELATIH: Heri Waskito yang sumbangkan ilmu dan pengalaman
PSSI pernah punya banyak program ambisius. Tujuannya untuk memajukan sepak bola Indonesia. Bibit pemain yang digembleng pun bukan sembarang. Mereka pemain-pemain pilihan.
--
TAK mudah melacak jejak para alumnus PSSI Garuda. Kini, mereka tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Di Surabaya dan sekitarnya, tercatat hanya beberapa gelintir. Ada Iwan Suprijanto yang kini menjadi pelatih kiper Tim PON Jatim 2016 dan Iis Falatehan yang memilih berjualan penyetan guna menyambung hidup di kawasan Sepanjang, Sidoarjo.

Tapi, keduanya tak digembleng hingga tuntas. Ada nama pemain yang mampu mengikuti PSSI Garuda II hingga tim tersebut dibubarkan. Ada Priyanto dan Heri Waskito.

Tapi, Adi susah ditemui karena memilih tinggal di Jepang. Dia mengikuti hidup sang istri yang merupakan warga Negeri Sakura, julukan Jepang.

Nah, tentu yang tersisa hanya Heri. Namun, bukan hal yang mudah untuk bertemu dengannya.

Kesibukannya sebagai penjaga malam dan pelatih di berbagai klub membuat harus butuh waktu ekstra untuk menjumpai. Namun, akhirnya kesempatan tersebut datang juga.

''Ketemu di warung kopi saja. Biar kita bisa ngopi bareng,'' tulisan Heri dalam pesan singkatnya.

Dia enggan bertemu di rumahnya yang ada di Wage, Taman, Sidoarjo. Hanya, Heri enggan menjelaskan.

Akhirnya pertemuan pun terlaksana di sebuah warung kopi yang sederhana di depan pintu perumahan Delta Sari, Waru, Sidoarjo. Lelaki 170 sentimeter tersebut tak menunjukkan dirinya sebagai salah satu pemain yang pernah berkostum nasional.

Celana jins dan kaos polo tanpa atribut merek olahraga dikenakan. Hanya sandal sport yang masih membuat Heri kelhatan sebagai seorang mantan atlet.

''Banyak yang berkesan selama di Garuda II. Tim tersebut tak akan pernah saya lupakan dalam hidup,'' jelas Heri sambil menyeruput kopi coklat hangat pesanannya.

Dia tak menyangka bisa masuk dalam proyeksi ambisius yang didanai oleh keluarga Cendana, keluarga penguasa Orde Baru. Apalagi, dia tak masuk dalam seleksi yang dilakukan di Lapangan Arhanudse, Gedangan.

''Saat itu, saya ikut Persebaya Junior dan waktunya bersamaan dengan seleksi PSSI Garuda. Saat itu yang masuk Iwan, Iis, dan Rudy,'' kenang Heri.

Tapi, kesempatan tersebut datang. Dari ajang Piala Soeratin, yang kini jadi Liga Remaja, kemampuan Heri terpantau. Saat itu, Persebaya Junior tengah bertanding di Jawa Tengah.

''Saya mampu menjalani setiap tahap di PSSI Garuda. Hingga akhirnya bisa masuk dalam daftar 30 pemain,'' lanjut Heri.

Bersama PSSI Garuda II pula, dia merasakan digembleng di Eropa tepatnya di Rep Ceko. Meski, sebenarnya, rekan-rekannya memilih di Inggris atau di Prancis.

''Karena pelatih Garuda II kan dari sana (Josef Masopust). Dia bilang bisa mencarikan tim yang bisa dijadikan uji coba,'' ungkap Heri.

Di negeri yang kini terpecah menjadi dua, Rep Ceko dan Rep Ceska tersebut, Heri dkk digembleng selama hampir tiga bulan. Di sana, dia melakoni beberapa kali uji coba.

''Saya mencatatnya. Tapi, buku itu ada di rumah,'' terang lelaki yang memperistri gadis Solo, Jawa Tengah, tersebut.

Dari Garuda II pula, Heri mempunyai kesempatan mengenakan kaos timnas Indonesia. Lambang Garuda di dada itu dikenakan karena dia masuk Tim Pra Olimpiade Indonesia yang bersiap menembus Olimpiade Barcelona 1992.

''Tidak semua pemain Garuda II masuk Pra Olimpiade. Ada tambahan pemain dari luar yang akhirnya masuk Tim Pra Olimpiade,'' papar Heri.

Sayang, hasil yang dicapai tak sesuai harapan. Dalam babak kualifikasi yang dilaksanakan di Surabaya, Indonesia terpuruk (*/bersambung) 

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com