www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Rabu, 16 Maret 2016

Sekarang Terbiasa Membuat Kopi dan Teh

COBRA:Agustiar Batubara di warung kopi miliknya
Gelanggang sepak bola Indonesia yang masih carut marut membuat para pelakunya pun mulai melirik bidang lain. Ada yang memilih menjadi pelatih anak-anak hingga ada yang memilih menekuni bisnis kecil-kecilan.
--
DI sepanjang jalan di Wonosari Kidul, Surabaya, hingga Karangan, Surabaya, banyak berjejer warung kopi (warkop). Semuanya menawarkan kelebihan masing-masing.

Ada yang memberikan fasilitas wifi, meja biliar, hingga arena bermain. Tapi, ada sebuah warkop yang penjualnya beda dengan yang lain. Itu yang bisa menjadi kelebihan dari sebuah warkop yang bernama Cobra. 

Kok bisa? Ya, sang penjualnya adalah satu satu bintang sepak bola di kompetisi Indonesia, Agustiar ''Ucok'' Batuara. Para pembelinya pun orang-orang yang tak jauh dari lapangan hijau.

''Saya baru buka belum satu minggu, tepatnya Sabtu 12 Maret lalu. Ini menjadi tempat teman-teman di Cobra untuk bisa berkumpul,'' terang Ucok.

Cobra sendiri bukan merupakan penggemar ular yang berbahaya tersebut. Cobra merupakan kepanjangan dari Komunitas Brawijaya. Brawijaya sendiri merupakan nama sebuah lapangan sepak bola di kompleks Kodam V Brawijaya, Surabaya, yang tak jauh dari tempat Ucok membuka warkop.

''Dulunya Cobra kumpul di sebuah warung angsle. Tapi setelah tutup, akhirnya ada ide untuk membuka warkop buat kami bisa kumpul bareng,'' tambah lelaki yang sukses mengantarkan Jawa Timur meraih emas Pekan Olahraga Nasional (PON) 2000 tersebut.

Saat ini, pembeli yang singgah di Warkop Cobra memang belum terlalu ramai. Wajar karena belum ada seminggu dibuka.

''Tapi, setiap hari pembeli terus bertambah. Semoga aja bisa tambah dan lancar,'' harap bapak dua anak tersebut.

Sebenarnya, usaha yang dirintis Ucok bukan kali ini saja. Tak jauh di Warkop Cobra atau tepatnya di rumah kediamannya, dia telah membuka usaha cucian (laundry) Sakinah.

Memulai dari nol, usaha tersebut sudah mulai membuahkan hasil. Puluhan kilo pakaian setiap hari sudah masuk ke laundrynya.

''Namun, beda pengelola. Kalau laundry istri, sedangkan warkop ini saya sendiri yang mengurusi,'' ungkap suami dari Kurnia Meidiana tersebut.

Beda pengelolaan ini membuat pasangan suami ini rela jarang berrtemu. Hanya pada tengah malam hingga pagi hari, Ucok dan Kurnia bisa bertemu.

''Pagi saya membuka warkop mulai pukul 08.00. Begitu juga dengan kesibukan istri menguru laundry,'' lanjut lelaki yang berjasa membawa Barito Putera menembus Indonesia Super League (ISL) 2012 tersebut.

Menariknya, meski membuka warkop tapi selama ini Ucok belum pernah membuat kopi atau pun teh. Selama ini, itu dilakukan istri atau bagian umum di setiap klub yang dibela.

''Tapi, kini harus siap membuatkan orang lain. Tak perlu banyak belajar karena lama-lama akan biasa dan bisa,'' jelas bapak Nadya Sukma Batubara dan Naufal Afzal Batubara tersebut.

Meski mulai mengelola warkop, Ucok berjanji tak akan meninggalkan sepak bola. Apalagi, dia sudah dipercaya menangani SSB Cobra.

Sebelum di Cobra, lelaki yang terakhir menjadi pemain Persipur Purwodadi tersebut mulai melatih di SSI Arsenal. Lisensi C nasional yang dimiliki serta pengalamannya segudang membuat Ucok tak mengalami kesulitan menjadi pelatih.

Persipur merupakan klub pemungkas dari karir panjang Ucok.  Berawal dari Putra Gelora, klub anggota internal Persebaya Surabaya, Ucok direkrut Gelora Dewata pada 1998.

Kedua klub tersebut sama-sama menjadi milik H Mislan. Hanya, sebelum itu, meski sebentar, Ucok pernah menghiasi skuad Persebaya Surabaya pada 1997-1998.

Saat Gelora Dewata pindah ke Sidoarjo pada 2000 dan berganti nama menjadi Gelora Putra Delta (GPD) dan Delta Putra Sidoarjo (Deltras), Ucok tetap menjadi pilar utama di belakang hingga musim 2004.

Namun, ajakan Jaya Hartono ke Persiba Balikpapan, membuat Ucok pun meninggalkan Deltras pada 2005. Selama semusim di Kota Minyak, julukan Balikpapan, dia kembali ke The Lobster, julukan Deltras.

Saat itu, dia juga diajak Jaya kembali. Namun, setelah itu, Ucok berpindah-pindah ke satu klub ke klub lain. Pelita Jaya, Persela Lamongan, dan Gresik United, dan Barito Putera menjadi pelabuhan karirnya.Di antara semua itu, dia mengukir sukses dengan mengantarkan Gresik United dan Barito Putera promosi ke ISL. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com