www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Rabu, 06 April 2016

Berat Badan Penghambat Karir

Dia pernah menjadi harapan menjadi palang pintu masa depan Indonesia. Namun, kini dia akhirnya bekerja di bidang yang sama sekali tak berhubungan dengan sepak bola.
--
SEORANG tengah mencarikan jalan sebuah mobil yang hendak keluar dari sebuah galeri. Dengan badannya yang tinggi besar membuat pengendara di dekat perempatan Jajar, Solo, pada Minggu sore (4/4/2016) tersebut harus berpikir dua kali jika ingin melanggar.

''Sekarang, saya bekerja sebagai petugas keamanan di galeri ini. Sudah mulai 2011,'' kata lelaki yang bernama Mulat Nursytanto tersebut.

Tentu, bekerja menjadi petugas keamanan dulunya tak pernah terbayangkan dalam benak lelaki yang kini berusia 37 tahun tersebut. Mimpi menjadi pesepak bola kesohor selalu tertanam di dalam benaknya.

Apalagi, Mulat pernah merasakan masuk tim nasional. Meski, itu hanya dalam kelompok umur.

''Saya membela Timnas U-16 dalam Kejuaraan Asia pada 1995. Ketika itu, Indonesia mampu menembus babak semifinal dan menempati peringkat III, terang Mulat.

Ya, karir Mulat semasa junior memang moncer. Dia pernah digembleng di Sekolah Atlet Ragunan, Jakarta. Sekolah tersebut menjadi tempat tujuan para pesepak bola muda sebelum melangkah ke jenjang profesional.

''Saya angkatan Bambang Pamungkas dan juga Gundul (sapaan karib Agus Supriyanto, rekan akrabnya dari Solo yang pernah membela beberapa klub profesional di Indonesia), '' ungkapnya.

Dengan karir junior yang terang, tak susah baginya untuk menembus level senior. Persijatim Jakarta Timur merekrutnya usai lulus dari Ragunan.

''Saya main di Divisi I dan membawa Persijatim lolos ke Divisi Utama. Persijatim menjadi klub profesional pertama saya,'' ucap Mulat.

Usai dari Persijatim, lelaki yang menempati posisi stopper tersebut hijrah ke Persema Malang. Sayang, usai dari Bledeg Biru, julukan Persema, di tak pernah singgah lagi ke klub besar.

''Setelah itu, saya bermain di Persikad Depok (Jawa Barat), Persipro Probolinggo (Jawa Timur), Persebi Boyolali dan PSISra Sragen (keduanya di Jawa Tengah). Saya malah belum pernah membela Persis Solo (klub besar di sekitar tinggal Mulat),'' jelas Mulat yang kini tinggal di Bekonang, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Sebenarnya, dia sempat melamar ke Laskar Samber Nyawa, julukan Persis Solo. Itu dilakukannya di musim 2005.

''Saat Persis masih di Divisi I dan dilatih Hanafi. Tapi, saya gak masuk dan diterimanya di Probolinggo,'' jelas Mulat.

Tapi, di daerah yang berada di kaki Gunung Bromo itu, dia mendapat jodoh. Mulat menikahi dengan gadis Probolinggo.

Mulat mengaku berat badannya yang cepat molor menjadi penghambat karirnya. Hal tersebut pun tak bisa dicegahnya.

''Dulu sempat idel 70-75 kilogram. Tapi lama kelamaan tambah terus hingga mencapai 80 an kilogram,'' lanjutnya.

Hingga akhirnya, dia mulai menyadari bahwa semakin bertambah usia dan berat badan yang membengkak, karirnya di sepak bola tinggal menunggu waktu untuk berhenti. Hingga akhirnya sebuah tawaran bekerja mampir kepadanya.

''Sepak bola sudah tak bisa diharapkan lagi, jadi langsung saya terima tawaran tersebut. Alhamdulillah, saya merasa cukup,'' papar Mulat. (*)

Sekilas tentang Mulat
Nama: Mulat Nursetyanto
Lahir: 1979
Posisi: Stopper
Karir:
SMA Ragunan Jakarta
Persijatim Jakarta Timur
Persema Malang
Persikad Depok
Persipro Probolinggo
Persebi Boyolali
PSISra Sragen

Timnas
1995: Timnas U-16 ke Kejuaraan Asia
1996: Timnas Pelajar Indonesia ke Kejuaraan Asia

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com