www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Selasa, 12 April 2016

Gayanya seperti Pelatih Legendaris Persebaya

PANTAU: Uston (kiri) mengawasi seleksi Laga FC
Laga FC sudah mempersiapkan diri menghapi Indonesian Socccer Competition (ISC) B atau Divisi Utama. Mereka menunjuk pelatih yang masih minim pengalaman.
--
USIANYA sudah tak muda lagi. Tahun ini, dia sudah 39 tahun. Tapi, dia masih tercatat sebagai penggawa Delta Putra Sidoarjo (Detras) y ang tengah mempersiapkan diri menghadapi Liga Nusantara, kompetisi sepak bola level III di Indonesia.

Bahkan, di tim yang pernah disegani di tanah air tersebut, lelaki itu dipercaya menjadi kapten. Ini wajar karena lelaki bernama Uston Nawawi tersebut merupakan salah satu gelandang atau pemain tengah terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Itu terjadi di era 1990-an hingga 2000-an saat Uston membela Persebaya Surabaya. Hanya, kini, statusnya berubah lagi.

Putra Klagen, Sukodono, Sidoarjo, tersebut dipercaya menjadi pelatih. Tapi, bukan pelatih anak-anak seperti aktivitasnya sekarang di Akademi Real Madrid.

''Saya dipercaya menangani Laga FC. Tugas awalnya menyeleksi pemain dulu,'' kata Uston saat ditemui di Stadion Jenggolo, Sidoarjo, pada Senin (11/4/2016).

Dia ditunjuk langsung oleh penanggung jawab Laga FC Wardi Siagian. Uston pun tak menolak dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Dalam menjalankan tugasnya, dia dibantu dua asisten yakni David dan Iwan Suprijanto. Khusus Iwan, mantan kiper Garuda II tersebut khusus menyeleksi penjawa gawang.

Meski ditunjuk sebagai pelatih tim divisi utama tapi Uston tak langsung melepas statusnya di Deltras. Dia tetap akan bersama tim pujaan Deltamania tersebut.

'Kalau tak bersamaan, saya tetap latihan di Deltras. Kan gak apa-apa untuk cari keringat,'' ujar Uston usai menyeleksi pemain Laga FC.

Namun, saat kompetisi berputar, dia tak akan mau setengah-setengah. Konsentrasinya bakal tercurah penuh buat tim yang ditanganinya.

Gaya melatih Uston pun seperti pelatih yang sukses mengangkat namanya, almarhum Rusdy Bahalwan. Memakai celana training panjang, dia serius menatap setiap pergerakan pemain.

Tangannya sedekap di dada. Ya, sosok pelatih legendaris dari Surabaya tersebut punya jasa mengangkat nama Uston.

''Seperti titisannya ya he he he,'' ujar Uston. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com