www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Selasa, 13 September 2016

Ferril Raymond Hattu, Kapten Terakhir Indonesia Menjadi Juara SEA Games (3)

Rumah Ferril di Nginden Intan, Surabaya
Masuk Timnas, Hukuman Langsung Dihapus

Surabaya bukan akhir karir perjalanannya. Dia pindah ke Gresik dan membela dua klub dari kota tersebut.
--
KOLABORASI Ferril Hattu dengan Niac Mitra pun kembali putus. Tawaran Persegres Gresik membuat dia hengkang ke Kota Pudak, julukan Gresik.

Dia diharapkan mampu mengangkat Laskar Joko Samudra, julukan Persegres, bisa menembus Divisi Utama. Selain itu, nama Ferril juga menembus skuad Indonesia.

Ferril lolos seleksi masuk Tim Pra Piala Dunia 1985. Hanya, untuk bersaing menjadi pemain inti, butuh perjuangan berat. Pelatih Sinyo Aliandoe lebih percaya kepada Heri Kiswanto, Zulkarnain Lubis, Rully Nere, dan Elly Idris di lini tengah.  Tim ini nyaris menembus putaran final Piala Dunia yang dilaksanakan di Meksiko pada 1986.

Sayang, ambisi tersebut dijegal oleh Korea Selatan. Kalah 1-2 di Seoul, Korea Selatan, tak menyurutkan semangat Pasukan Garuda, julukan Timnas Indonesia.

''Kami optimistis bisa membalas kekalahan itu. Tapi di kandang, Senayan, Jakarta, kami malah kalah telak 1-4,''

Di Persegres, dia mampu mengangkat tim tersebut. Namun, Ferril kembali bisa  merasakan atmosfer Galatama kembali.
Ferril dengan foto Petrokimia Putra Gresik angkatan pertama

"Beberapa pemain Persegres diambil Petrokimia Putra Gresik. Salah satunya saya,'' kenang bapak tiga anak tersebut.

Meski berada di klub yang baru, tapi posisinya di tim nasional tetap tak tergoyahkan. Hingga akhirnya,  Ferril terpental karena sebuah peristiwa di Jogjakarta dalam Piala Hamengku Buwono.

''Kami terlibat dalam keributan dengan pemain Perkesa. Saya dan kiper Erick Ibrahim terkena sanksi larangan bertanding selama enam bulan pada 1989,'' tambah Ferril.

Hingga akhirnya, Timnas Indonesia yang dipersiapkan ke SEA Games 1991 di Manila, Filipina, tengah mencari pemain belakang yang sesuai dengan karakter Anatoly Polosin. Pelatih asal Uni Soviet tersebut tak cocok dengan pemain-pemain yang ada.

''Hingga akhirnya, saya dipanggil ke Sawangan, Bogor. Tak ada pemberitaan karena status saya masih hukuman,'' lanjut putra dari pelatih senior Persebaya J.A. Hattu tersebut.

Ternyata, saat seleksi itu, Polosin cocok dengan cara bermain Ferril. Hingga, dia memasukkan namanya ke dalam tim.

''Dia minta ke PSSI agar saya bisa bergabung. Hanya, kendalanya kan hukuman saya belum habis karena baru masuk bulan ketiga,'' jelas Ferril.

Ternyata, esoknya, remisi bagi dia langsung dibuatkan oleh PSSI.  Hukumanya langsung dihapus dan Ferril terbang bersama rekan-rekannya untuk menjalani latihan di Australia. (*)

Masyarakat tahu hanya tahu bahwa Indonesia sukses menjadi juara di cabang olahraga sepak bola pada SEA Games 1991. Padahal, sebelumnya, mereka nyaris batal berangkat. Lho, kenapa? Baca selanjutnya di seri 4

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com