www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Selasa, 04 Oktober 2016

Djoko Malis Mustafa, Pemain yang Selalu Beri Gelar di Klub yang Dibela (1)

Joko Malis saat ditemui di rumahnya di Surabaya
Bawa Junior Juara, Tiket Masuk Senior

Bagi pesepak bola sekarang, namanya terasa asing. Tapi, di era 1980-an, Joko Malis adalah bintang lapangan hijau Indonesia.
--
SEBUAH rumah di kawasan Mulyorejo, Surabaya, tengah direnovasi. Beberapa orang habis bekerja memperbaiki rumah berlantai tiga tersebut.

Namun, di antara mereka ada sesosok lelaki yang didengar perkataannya. Ternyata lelaki bercambang tersebut adalah empunya rumah di Perumahan Wisma Permai tersebut.

''Rumah ini lagi saya renovasi di lantai bawah. Dulunya, bagian itu merupakan kost-kostan,'' ungkap lelaki bernama Djoko Malis Mustafa tersebut.

Para pekerja tersebut mungkin tak tahu bahwa pemilik rumah tersebut merupakan salah satu bintang sepak bola yang pernah lahir di Indonesia. Ini wajar karena Joko sudah lama tak muncul di publik.

Padahal, lelaki yang kini berusia 59 tahun tersebut punya seabrek gelar. Tercatat Djoko sudah memberikan 11 gelar juara di berbagai klub yang berbeda.

''Sejak kecil saya memang suka sepak bola. Saya mulai bergabung klub pada usia 14 tahun,'' kata Joko menceritakan awal karirnya.

Klub yang menjadi sandaran karir pertamanya adalah PSAD. Alasannya, latihan klub tersebut di Lapangan Bungkul dengan rumahnya di Marmoyo, Surabaya, tidak terlalu jauh.

Ternyata, bersama PSAD, Djoko meraih gelar pertama dengan menjuarai Kompetisi U-15. Capaian tersebut membuat dia dipromosikan membela tim senior setahun kemudian.

Hingga akhirnya, panggilan membela Persebaya Junior diterima pada 1976. Penampilannya di kompetisi internal dinilai cukup memikat.

''Saat itu, kami mampu menjadi juara dalam ajang Piala Suratin. Di final, Persebaya mengalahkan PSMS Medan,'' kenang Djoko.

Ternyata, usai menjadi juara Piala Suratin, tak diduga Djoko naik pangkat. Persebaya Senior yang saat itu ditangani Misbach memanggilnya.

''Saya tidak sendirian. Ada lima pemain dari Piala Suratin yang masuk senior,'' jelas lelaki yang lahir 30 September 1957 tersebut.

Kelima rekannya tersebut antara lain Jony Fahamsyah, Ketip Suripto, dan Riono Asnan. Tapi, bukan hal yang mudah bagi Djoko untuk menembus line up.

''Ada Hadi Esmanto yang tengah bersinar dan juga ada Syamsul Arifin,'' ungkap Djoko. (*)

Menembus posisi inti membuat Djoko semakin bersemangat. Di lapangan, dia mulai dapat perhatian. Selanjutnya baca seri 2

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com