www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Senin, 10 Oktober 2016

Djoko Malis Mustafa, Pemain yang Selalu Beri Gelar di Klub yang Dibela (6)

Laporan Djoko Malis sebagai pelatih di berbagai klub
Tak Gajian, Dilarang Keluarga Melatih

Kesempatan masuk ke Timnas Indonesia terbuka bagi Djoko Malis. Hanya, dia bukan lagi sebagai pemain.
--
PUBLIK nasional sempat terkejut di awal 2000-an. Dari daftar asisten pelatih Timnas Indonesia U-19 ada nama yang beberapa tahun vakum.

Ya, Djoko Malis Mustafa ada dalam daftar asisten pelatih Peter Withe. Selain Djoko, lelaki asal Inggris tersebut dibantu Edy Harto sebagai asisten pelatih khusus kiper.

''Saya bekerja selama sepuluh bulan.Sasarannya ke Piala Asia di Malaysia,'' ungkapnya.

Kembali munculnya Djoko sebagai pelatih ini langsung terdengar ke segala penjuru tanah air. Beberapa klub serius meminang.

''Tapi, saya akhirnya mencapai kesepakatan dengan Pesmin Minahasa. Saya tertantang untuk mengangkat klub tersebut,'' kenang lelaki yang kini berusia 59 tahun tersebut.

Di musim pertamanya, 2005/2006, klub asal Sulawesi Utara tersebut dilambungkannya ke posisi kelima di putaran II. Namun, di putaran berikut, klub tersebut melorot empat peringkat.

Hasil tersebut membuat manajemen Persmin kepincut. Lelaki asli Surabaya tersebut diperpanjang.

Belajar dari musim sebelumnya, Djoko menambal sulam pasukan. Hasilnya pun tak sia-sia.

''Kami menjuarai wilayah timur dan berhak lolos delapan besar. Semua partai kandang mampu kami menangi,'' ungkap lelaki bergelar sarjana ekonomi tersebut.

Sempat menembus semifinal, Persmin dihentikan Persik Kediri di babak semifinal. Macan Putih, julukan Persik, akhirnya keluar sebagai juara musim 2006/2007.

''Namun, karena masalah nonteknis, musim berikutnya saya hanya menangani Persmin hingga empat pertandingan di putaran II,'' ungkap Djoko.

Usai dari Persmin belum berarti karir kepelatihannya tamat. Tawaran dari Gresik United tak bisa ditampik.

Djoko mempersiapkan tim tersebut dengan matang dari awal. Dia menguji semua calon pemainnya dengan keilmuan.

''Namun, di tengah jalan, masalah finansial menerpa. Saya tak digaji selama lima bulan,'' ujar Djoko. Ini membuat dia memilih mengundurkan diri.

Ternyata, hal selama di Kota Pudak, julukan Gresik, juga menimpa di dua klub setelah itu, Persewangi Banyuwangi dan Persik Kediri. Kejadian itu membuat istri Djoko, Sufie Ethika, dan ketiga anaknya, Suko Wisesa Pratyeka, Jacqueline Marsha Melisaka, dan Intan Triyasmina Atiqa, melarang dia menjadi melatih. Mereka tak ingin melihat suami dan ayahnya stress.

''Sejak 2011, saya sudah tak melatih. Saya lebih banyak di rumah,'' terang Djoko yang selalu mempunyai laporan pertandingan serta analisis di setiap klub yang dilatihnya. (*)

Apa kesibukan Djoko setelah dilarang menjadi pelatih. Ternyata, itu tak ada hubungannya dengan sepak bola.














0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com