www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Kamis, 06 Oktober 2016

Djoko Malis Mustafa, Pemain yang Selalu Beri Gelar di Klub yang Dibela (3)


Rumah Djoko Malis di Surabaya
Bawa Indonesia Menembus Final SEA Games

Kehadirannya di Niac Mitra membuat klub tersebut tak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi, klub itu banyak dihuni bintang-bintang Perserikatan
--
NAMA Djoko Malis melesat di pentas sepak bola nasional. Itu tak lepas dari konstribusinya yang besar saat membawa Persebaya menjadi juara perserikatan musim 1978.

Apalagi, dia menjadi pencetak kemenangan gol terakhir Green Force, julukan Persebaya, ke gawang Persija yang dikawal Sudarno dalam final yang dilaksanakan di Stadion Utama, Senayan, Jakarta. Pujian dan sanjungan pun diarahkan kepada lelaki kelahiran 30 September 1957 tersebut.

Tentu, Persebaya tak ingin kehilangan lelaki yang saat itu masih berusia 20 tahun. Namun, sebagai pesepak bola yang ingin merasakan tantangan, hadirnya Galatama cukup menarik perhatian.

Djoko juga sudah menetapkan sepak bola sebagai sandaran hidup. Sehingga, saat rekan-rekannya yang ada bekerja di Pemkot Surabaya, dia tak tertarik.

Di Surabaya sendiri, ada klub Galatama, yakni Niac Mitra. Kebetulan, bosnya, A. Wenas, kepincut dengan permainan Djoko.

''Wenas mengutus Basri (pelatih Niac Mitra) untuk melobi saya. Karena harga cocok, saya memutuskan bergabung Niac Mitra,''tambah lelaki yang kini dikaruniai3 anak tersebut.

Meski pindah klub, tapi Djoko merasa tak mengalami banyak perubahan dengan suasana tim. Alasannya, seniornya di Persebaya ternyata juga ikut menyeberang.

Deretan nama pemain top bahkan. Seperti Wayan Diana, Rudy Keltjes, maupun Yudi Suryata.

Oleh Wenas, Djoko tetap ditempatkan sebagai penyerang. Setelah gagak juara di musim I Galatama, 1978/1979, Niac Mitra mengamuk di tahun kedua.

''Niac Mitra jadi juara musim 1980/1982. Saya menjadi runner-up top scorer,'' kenang Djoko.

Keberhasilan tersebut membuat Niac Mitra ditunjuk mewakili Indonesia di ajang Aga Khan Cup atau Piala Aga Khan di Bangladesh. Kembali tuah Djoko berbuah.

''Niac Mitra menjadi juara di sana,'' lanjut dia.

Pada 1979, Djoko memulai debut di Tim Nasional Indonesia. Pasukan Garuda, julukan Timnas Indonesia, dipersiapkan menghadapi SEA Games yang dilaksanakan di Jakarta.

''Indonesia lolos ke final untuk kali pertama. Tapi, kami dihentikan oleh Malaysia dengan 0-1,'' ujar Djoko.(*)

Djoko Malis kembali membawa Niac Mitra menjadi juara. Tapi, mengapa dia memilih pindah? Baca selanjutnya di seri 4.






0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com