www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Jumat, 07 Oktober 2016

Djoko Malis Mustafa, Pemain yang Selalu Beri Gelar di Klub yang Dibela (4)

Usaha kue terpampang di depan rumah Djoko Malis
Bisa Pindah karena Pemilik Klub Saling Kenal

Posisi ideal Djoko Malis adalah sebagai striker. Tapi, saat digeser, dia tetap tampil gemilang.
--

DENGAN materi bertabur bintang, Niac Mitra kembali menguasai Galatama. Setelah juara musim 1980-1982, klub milik A. Wenas tersebut naik kembali ke podium terhormat pada 1982-1983.

Dua musim beruntun mengantarkan Niac Mitra juara membuat Djoko Malis ingin mencari tantangan. Kebetulan, sebuah klub bergelimang meniru langkah yang pernah dilakoni Niac Mitra.

Mereka mengumpulkan para pemain-pemain bintang. Djoko Malis menjadi bidikan.

Ternyata, rekan-rekannya yang pernah di Persebaya yang kemudian di Niac Mitra melakukan hal yang sama. Di antaranya Rudy Keltjes.

''Tawaran yang diberikan oleh Yanita Utama Bogor cukup besar. Sebagai pemain yang hidupnya dari bola, tentu tawaran tersebut sangat menarik,'' lanjut Djoko.

Hanya, awalnya, dia sempat mengalami kesulitan ketika hendak ke Kota Hujan, julukan Bogor. Bos Niac Mitra A. Wenas enggan melepaskan lelaki kelahiran 30 September 1957 tersebut.

''Untung pemilik Yanita Utama dan Wenas kenal baik. Sehingga, saya pun bisa pindah ke Yanita Utama,'' lanjut Djoko.

Seperti halnya dengan di Niac Mitra, lelaki bercambang ini mampu dua kali membawa klub yang dulunya bernama Jaka Utama dua kali menjadi juara Galatama.

Di musim 1983/1984, mereka mengalahkan Mercua Buana Medan. Di musim berikut, dengan kembali ke sistem kompetisi penuh, Yanita Utama memimpin klasemen di pekan terakhir.

Sayang, pada musim 1985, Yanita Utama berganti pemilik dan nama. Klub itu pindah ke Palembang, Sumatera Selatan, dengan nama Krama Yudha Tiga Berlian.

''Beberapa pemain tetap ikut ke sana tapi saya tidak. Saya memilih balikke Surabaya,'' ungkap Djoko.

Hanya, dia tak kembali ke klub lamanya, PSAD. Djoko memilih bergabung dengan Suryanaga. Apalagi, di sana banyak rekan-rekan lamanya bergabung seperti Syamsul dan Wayan Diana.

''Suryanaga saya bawa menjadi juara antarklub nasional. Lengkap sudah gelar saya, junior, perserikatan, Galatama, dan sekarang klub,'' pungkas Djoko. (*)

Dengan usia yang terus bertambah, Djoko Malis mulai memikirkan menjadi pelatih. Hanya, kepercayaan yang diterimanya bukan dari klub Jawa Timur. Baca selanjutnya di seri 5. 






0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com