www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Jumat, 28 Oktober 2016

M. Didik Budiawan, Tandem yang Antarkan Indriyanto Jadi Penyerang Nasional (1)

M. Didik Budiawan dengan nomor 11 di Timnas U-15
Bertandem sejak dari Diklat Arseto

Orang lebih mengenal Indriyanto Nugroho dibandingkan dirinya. Tapi, moncernyanya lelaki yang akrab disapa Nunung tersebut tak lepas darinya.
--
SEBUAH  lampu menyala di depan sebuah warung angkringan khas Solo pada  22Oktober  lalu. Ini menandakan tempat yang berada di  kawasan Kandang Sapi, Solo, Jawa Tengah, tersebut buka.

Seorang perempuan tengah menunggu warung angkringan tersebut. Dia menggantikan posisi suaminya yang tengah keluar bersama anaknya.

''Tungga saja. Sebentar lagi Mas pulang kok. Dia hanya ngajak anak jalan-jalan,'' katanya.

Tak lama berselang, suaminya datang. Posturnya kelihatan lebih gemuk dibandingkan saat masih aktif di lapangan hijau.

Dia adalah M. Didik Budiawan. Bagi insan sepak bola nasional, namanya kurang terkenal.

Tapi, bagi penggemar sepak bola di Solo, nama tersebut tak asing lagi. Apalagi, dia menghabiskan karirnya di dua klub di Kota Bengawan, julukan Solo, tersebut, Arseto dan Persis.

''Saya nggak pernah membela klub di luar Solo. Saya cinta kota ini,'' terang Budiawan, yang kini berusia 40 tahun.

Padahal, dengan kualitas yang dimiliki, tak susah baginya untuk bergabung dengan klub di luar Solo. Persijap Jepara misalnya.

Klub asal Kota Ukir, julukan Jepara, itu pernah meminangnya secara langsung. Hanya, itu tak membuat dia goyah pendirian.

Karir Budiawan sendiri diawali dari sebuah klub internal Persis, Mars.Dengan tempat latihan yang tak jauh dari rumahnya di Gading, kemampuannya terasah.

Dari ajang antarklub di Kadipolo, Budiawan mendapat kesempatan masuk ke Diklat Arseto pada 1991. Di tempat ini, kualitasnya sebagai penyerang semakin moncer.

Apalagi, dia mendapatkan tandem yang sehati dengannya, Indriyanto Nugroho. Banyak gol Nunung, sapaan karib Indriyanto Nugroho, yang lahir berkat aksi dan umpannya. Duet tersebut bukan hanya moncer di Diklat Arseto.

''Kami juga bareng masuk Timnas U-15 dengan tampil di Malaysia,'' kenang Budiawan.

Dia masih menyimpan foto tersebut. Lelaki yang  pernah menimba ilmu di SMP Negeri 6 Surakarta tersebut mengungkapkan bahwa materi Timnas U-15 ketika itu banyak didominasi rekan-rekannya di Diklat Arseto. (*)

Tandemnya dengan Indriyanto gagal berlanjut. Dia tetap tinggal di Solo, sedangkan Nunung, sapaan karib Indriyanto, harus ke Italia. Baca selanjutnya di seri 2.

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com