www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Minggu, 30 Oktober 2016

M. Didik Budiawan, Tandem yang Antarkan Indriyanto Jadi Penyerang Nasional (2)

Berpisah karena Gagal Menembus Seleksi Primavera

Seragam dengan garuda di dada sudah dikenakannya sejak usia muda. Tapi, untuk menembus PSSI Primavera gagal dilakukan.
--
DUET M. Didik Budiawan dan Indriyanto Nugroho dapat sorotan. Keduanya sama-sama masuk Timnas U-15 dan membela Indonesia di ajang internasional.

Setelah itu, di jenjang kelompok umur yang lain, Budiawan dan Nunung, sapaan karib Indriyanto Nugroho, terus bersama. Sayang, duet ini harus berpisah.

Ini setelah Nunung mampu menembus seleksi PSSI yang bakal ditempa di Italia. Tim ini lebih dikenal sebagai PSSI Primavera karena mengikuti kompetisi Primavera di Negeri Pisa, julukan Italia.

''Dalam seleksi, saya nggak masuk. Jadi, saya tak bersama Nunung lagi,'' kenang Budiawan.

Di PSSI Primavera, posisi dan tugasnya digantikan pemain asal Magelang, Jawa Tengah, yang digembleng di Diklat Salatiga, Kurniawan Dwi Julianto. Kelak, Kurniawanlah yang dikenal sebagai pasangan sehati bagi pemain asal Sukoharjo, Jawa Tengah, tersebut,

Usai gagal masuk PSSI Primavera, Budiawan kembali ke Solo. Persis Junior membutuhkan tenaga dan kemampuannya.

Hingga akhirnya pada musim 1995 atau selepas di Persis Junior, panggilan masuk Arseto Senior datang. Kesempatan tersebut tak disia-siakan.

Tapi, siapa sangka, nasibnya kurang mujur. Cedera yang menimpa membuat Budiawan tak bisa tampil optimal.

''Saya nggak lama di Arseto. Musim 1997, saya dicoret karena cedera,'' ujar Budiawan.

Tak dipakai di Arseto, dia kembali ke habitat. Dengan tangan terbuka, Laskar Samber Nyawa, julukan Persis, mau menerima.

Pada 2001-2002, Budiawan sempat gagal membela klub tersebut. Bukan karena cedera atau kalah bersaing.

''Saya menunggu istri yang melahirkan. Saya baru bisa gabung di putaran nasional,'' ujar lelaki yang menuntut ilmu di SMA 6 Surakarta tersebut.

Di sela-sela bermain sepak bola, Budiawan tak melupakan menuntut ilmu. Dia bisa menyelesaikan kuliahnya di UNSA-ASMI. (*)

Bekerja membuat Budiawan memilih tak terlalu aktif di lapangan hijau. Hanya, dia akhirnya meninggalkan pekerjaan yang belasan tahun ditekuni. Baca selanjutnya di seri 3.



0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com