www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Sabtu, 17 Desember 2016

Koko Sunaryo, Mantan Kiper Persebaya Surabaya yang Jadi Guru Spiritual (1)

Koko Sunaryo saat ditemui di rumahnya di Tanggulangin
Dapat Pengalaman Jadi Cadangan Kiper Nasional

Klub-klub besar di Indonesia pernah dibela. Tapi, kini dia lebih menekuni dunia yang jauh dari hingar bingar sepak bola.
---
SEORANG lelaki baru saja mengeluarkan sepeda motor jenis sekuter dari rumahnya di kawasan Tanggulangin, Sidoarjo, pada Oktober lalu. Badannya cukup besar sesuai dengan posturnya.

Meski penulis belum pernah bertatap muka langsung, tapi si pengendara sekuter tersebut adalah Koko Sunaryo. Posturnya layak jika di masa mudanya dia adalah seorang penjaga gawang atau kiper.

''Mari masuk. Kita berbincang-bincang di dalam rumah saja,'' kata Koko.

Rautan wajahnya sudah berbeda dengan semasa dia masih aktif di lapangan. Rambut Koko mulai memutih karena usianya sudah mendekati 50 tahun. Selain itu, jenggot putih yang panjang membuat lelaki asal Madiun, Jawa Timur, tersebut agamis.

''Saya sudah nggak terlalu aktif di lapangan. Kalau pun hadir paling hanya bantu-bantu,'' ucap Koko.

Padahal, dari segi pengalaman, kemampuan dia menularkan ilmu sebagai kiper cukup mumpuni. Klub besar baik amatir, galatama, maupun perserikatan pernah dibela.

''Saya memulai karir sebagai kiper di Madiun. Saya membela PSM Madiun Junior pada 1882. Saya masih SMA ketik itu,'' ucap Koko.

Hanya, dia tak berlama-lama di Kota Brem, julukan Madiun. Tawaran seniornya tak kuasa ditolak saat mengajaknya ke ibu kota.

''Dia bermain di Bina Taruna, Jakarta Timur. Saya langsung ikut dia ke sana pada 1986,'' ujarnya sambil menyuguhkan segelas kopi.

Saat itu, terang dia, dia bersaing dengan kiper nasional, Ponirin Meka. Koko mengaku memperoleh banyak pengalaman.

Bekal itulah yang membawa dia masuk ke klub besar Niac Mitra. Koko masuk di Niac Mitra pada 1987.

''Saat itu, Niac Mitra melakukan regenerasi. Saya sangat beruntung bisa masuk Niac,'' ungkap dia.

Di Niac Mitra, Koko bertahan hingga tiga tahun. Dia pindah bukan karena tak diperpanjang.

''Saya tak lagi membela  Niac Mitra karena klub itu bubar,'' kenangnya. (*-bersambung)

Usai dari Niac Mitra, Koko sempat bergabung ke klub besar juga. Namun, daya tarik Surabaya membuat dia kembali.





1 comments:

Mbah B4910 mengatakan...

minta no tilpnya mas koko

9 November 2017 11.21

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com