www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Minggu, 19 Februari 2017

Khairil ''Pace'' Anwar, Anak Tulehu yang Sukses di Persebaya (2)

Pace bersama pemain PWI, Kiki Juanda.
Persebaya ternyata bukan klub Surabaya yang kali pertama dibela. Kedekatan dengan pelatih membuat dia bisa ke Green Force.
--
UMPAN-umpannya masih terukur. Hanya, dalam latihan di Gelora 10 Nopember, Tambaksari, Surabaya, Pace lebih banyak bermain menyerang. Sebuah hal yang jarang dilakukannya saat masih aktif sebagai pemain.

''Posisi saya lebih banyak di belakang. Di Barito, saya bek kanan dan di Assyabaab (Salim Group Surabaya) bermain gelandang bertahan,'' kenang lelaki bernama lengkap Khairil Anwar Ohorella tersebut.

Bakatnya mulai dilirik saat bermain di Assyaab. Sebagai gelandang bertahan, dia mampu menjadi tembok kukuh dan sulit dilewati pemain lawan.

''Di Assyabaab, saya ditangani Pak Rusdy (Bahalwan). Di sana banyak pemain bintang,'' ucap lelaki kelahiran 1974 tersebut.

Pada musim 1995/1996, Rusdy mendapat kepercayaan menangani Persebaya. Ternyata, Pace pun dapat ajakan untuk membela Green Force.

''Itulah kenapa saya ke Persebaya. Pak Rusdy yang mengajak,'' lanjut lelaki yang kini banyak menghabiskan waktunya di Maluku tersebut.

Bersama tim pujaan Bonek tersebut, Pace tiga kali merasakan manisnya menjadi juara. Pada 1996/1997 dan 2004, dia mengangkat trofi juara Divisi Utama. Sementara pada 2003, Pace menjadi bagian dari Persebaya saat menjadi juara Divisi I.

''Saya tiga kali menjadi juara bersama Persebaya. Yang juara Divisi I pada 2003 dan Divisi Utama 2004, saya menjadi kapten,'' ungkap Pace.

Baginya, Persebaya merupakan tim yang tak akan pernah dilupakan. Banyak kenangan pahit dan manis yang dialami.

''Saya juga banyak hutang budi dengan Cak Narto (mantan Wali Kota Surabaya Soenarto). Dia banyak berjasa bagi saya,'' tambah Pace.

Soenarto, ungkapnya, juga tahu bagaimana dedikasinya membela Persebaya. Sehingga, dia sempat emosi saat dikabarkan menerima suap.

''Saya ini main dan habis-habisan membela Persebaya. Kok ada yang nuduh suap. Tentu saya emosi dan saya tantang,'' lanjut Pace.

Baginya, dia siap dibunuh jika terbukti suap. Namun, sebaliknya.

''Saya akan melakukan hal yang sama kalau saya tak terbukti,'' ujarnya sambil mengenang masa mudanya. Namun, usai juara, Pace harus meninggalkan Persebaya. (*/bersambung

)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com