www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Kamis, 25 Mei 2017

Baru Tiga Tahun, Sudah Lahirkan Wonder Kid


Lapangan ASIFA tempat menempa pesepak bola muda


Aji Santoso dikenal sebagai pesepak bola dan pelatih sukses. Tapi, dia juga ingin melahirkan bibit-bibit sepak bola profesional.
--
BEBERAPA mobil berderet di depan sebuah bangunan. Untuk masuk pun hanya ada satu pintu.

Ruang di lobi ASIFA
Sebuah pos penjagaan bisa memantau siapa yang keluar masuk bangunan tersebut. Saat masuk, sebuah hamparan rumput hijau sudah terlihat.

 Namun, sebelum memasukinya, kita akan melewati ruangan yang terdiri dari sofa. Banyak yang memanfaatkannya untuk duduk-duduk.

 Di sebelah kiri dan kanan, ada sebuah tangga. Ternyata, tangga tersebut mengantarkan ke lantai dua dan tiga.

 Ya, bangunan tersebut adalah Asifa atau Aji Santoso International Football Academy. Melihat nama depannya, tentu bangunan tersebut tak jauh urusannya dengan sepak bola.

 Aji merupakan salah satu legenda hidup sepak bola Indonesia. Setumpuk prestasi mampu diukirnya. Arema mampu dibawanya menjadi juara Galatama musim 1992/1993. Persebaya juara Liga Indonesia 1997/1998 dan PSM Makassar 1999/2000.

 Di ajang internasional, Aji, yang kelahiran 1970,  menjadi bagian Timnas Indonesia saat meraih emas dalam SEA Games 1991. Emas tersebut menjadi yang terakhir karena setelah itu lagu Indonesia Raya tak pernah lagi berkumandang dalam pesta olahraga dua tahunan bangsa-bangsa Asia Tenggara itu di cabang olahraga sepak bola.

 Ya, sejak 2013, Aji mendirikan akademi tersebut. Lokasinya di Kelurahan Mojolangu, Kota Malang.

 ''ASIFA merupakan sumbagsih dan kepedulian saya bersama partners terhadap pimbinaan usia muda di indonesia. ASIFA ingin mencetak bintang-bintang  sepak bola, '' kata Aji.

 Hasilnya pun sudah terlihat.Meski baru tiga tahun, ASIFA, jelas Aji,  sudah memunculkan wonder kid.

 ''Sadil Ramdani usianya masih 18 tahun.  Namun, dia sudah menjadi andalan Timnas Indonesia proyeksi SEA Games 2017,''

Ini, ungkap Aji, menjadi salah satu bukti bahwa cita citanya sangat serius dan sudah bisa memunculkan talenta-talenta muda. Visi dan misi ASIFA, ungkapnya, adalah  mencetak pemain-pemain berkualitas.

 Selain itu, adanya seleksi, kurikulum, dan pelatih yang menangani ikut mempercepat keinginan tersebut.

Di deretan pelatih ada nama Danur Dara yang pernah menangani Persema Malang dan PON Jatim. Ada juga mantan gelandang tangguh I Putu Gede, dan juga pelatih tim Liga 2 Redy Supriyanto.

 Pengalaman mereka membuat anak asuh ASIFA mempunyai ilmu yang sama dengan pemain-pemain di luar akademi tersebut. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com