www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Jumat, 30 Juni 2017

Kashartadi, Si Kijang Solo yang Juara sebagai Pemain dan Pelatih (1)

Kashartadi dengan medali SEA Games 1991
Salatiga, Ragunan, dan Masuk Timnas

Sukses sebagai pemain sudah banyak dilakukan. Begitu juga sebagai pelatih. Namun, seorang Kashartadi mampu melakukannya.
--
JALAN menuju Kwarasan, Grogol, Sukoharjo, cukup berbelok. Apalagi, saat penulis ke sana saat malam hari.

Harus bertanya hingga tiga kali untuk sampai ke daerah yang berada di Kabupaten Sukoharjo bagian utara tersebut. Seorang dengan kaos oranye menunggu di depan sebuah pos ronda.

 ''Ayo langsung ke rumah saja. Motornya dimasukan,'' kata lelaki  yang bernama Kashartadi tersebut.

 Ternyata, rumah lelaki yang pernah menjadi bintang di kancah sepak bola Indonesia tersebut tepat di depan pos ronda tersebut. Di halaman rumah bercat kunig-biru tersebut ada sebuah mobil double gardan putih. Saat masuk ke ruang tamu foto-foto dengan nuasan sepak bola terpajang.

 ''Ini foto saat saya masih di PSSI Junior ketika TC di Frankurt, Jerman, pada 1988. Di atasnya foto-foto ketika menjadi pemain Timnas SEA Games 1991,'' terang Kashartadi sambil menunjuk foto-foto yang dipajangnya dengan rapi.

 Tak lupa, di antara foto itu ada Kashartadi bersama rekan-rekannya di klub Kramayudha Tiga Berlian (KTB), Palembang. Di awal karirnya, KTB dan Timnas Junior punya ikatan.

 ''Awal karir saya dari Adidas Solo, kemudian masuk Diklat Salatiga (sekarang pindah ke Semarang dengan nama PPLP). Setelah dari Salatiga, saya direkrut Diklat Ragunan,'' ujar Kashartadi.

 Di Ragunan, dia menambahkan, banyak talenta-talenta yang kelak dikemudian hari. Kashartadi menyebut ada nama Listianto Raharjo di posisi penjaga gawang, Toyo Haryono di belakang, dan Peri Sandria di depan.

 ''Pelatih kami Burkard Pape.Karena dari Jerman, kami bisa TC di sana,'' lanjut Kashartadi yang kini berusia 47 tahun . (*/bersambung)


0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com