www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Rabu, 07 Juni 2017

Nino Sutrisno, Pelatih Persebaya saat Juara Perserikatan 1987/1988 (1)

Nino Sutrisno yang masih gagah
Masih Sehat di Usia 80 Tahun

Persebaya pernah dahaga gelar hampir selama 10 tahun. Tapi, di tanganya, Green Force menjadi tim yang disegani.
---
SEBUAH rumah di Blimbang, Malang, pagi itu pagarnya tak terkunci. Di depannya tertulis nomor rumah yang berada tepat di sebuah tikungan kecil itu.

Hanya ada sepeda motor dan sepeda angin di teras rumah bercat coklat tersebut. Beberapa kali penulis mengetuk tak ada sahutan dari dalam.

Bahkan, suara kereta api yang melintas di dekat rumah semakin membuat suara ketukan di pintu tak terdengar. Tapi, setelah hampir 15 menit, sebuah mobil sedan keluaran 1990-an berjalan pelan dan parkir di samping rumah.

''Ayo duduk di dalam saja,'' kata lelaki berkumis yang ternyata adalah Nino Sutrisno, sang pemilik rumah.

Perawakannya masih gagal. Padahal, Nino mengaku, saat ini usianya sudah 80 tahun.

''Saya kelahiran 1937. Jadi tahun ini pas 80,'' ujarnya saat ditemui memakai kaos polo warna biru dengan tulisan Singapura di bagian depan.

Hanya, usia uzur tak membuat daya ingatnya berkurang. Nino masih dengan detail mengingat perjalanan hidupnya. Termasuk, saat membawa Persebaya Surabaya menjadi juara perserikatan pada musim 1987/1988.

''Saya juga saat menjadi pelatih bersama Misbach dan Kusmanhadi,'' ujar Nino.

Dia tak kuasa menolak menjadi pelatih, baginya, tim asal Kota Pahlawan,tak bisa lepas dari perjalanan hidupnya. Nino pernah berkostum Persebaya saat masih aktif sebagai pemain.

''Hampir sepuluh tahun lebih saya menjadi pemain Persebaya. Saya mulai bergabung sejak 1961,'' ungkap bapak tiga anak tersebut.

Demi tim berkostum hijau-hijau tersebut, dia rela menempuh perjalanan Malang-Surabaya. Sayang, selama menjadi pemain, Nino tak sempat memberikan gelar kepada Persebaya. (*/bersambung)



0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com