www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Minggu, 04 Juni 2017

Parlin Siagian, Mantan Pemain Termahal di Sepak Bola Indonesia (5)

DUET: Parlin (kiri) bersama Kashartadi
Cedera Lutut, Pensiun di Persema

Dia pernah terbuang di Persebaya Surabaya.Namun, di klub berjuluk Green Force itu dia akhirnya kembali.
--
PENGGABUNGAN Galatama dan Perserikatan menjadi model kompetisi terbaru di Indonesia. Tentu, klub-klub memperkuat dirinya sebelum terjun di tahun pertama, 94/95.

Salah satunya, Persebaya Surabaya. Sebagai legendaris di Perserikatan, tim asal Kota Pahlawan, julukan Surabaya, tak mau jadi bulan-bulanan oleh sesama klub perserikatan ataupun Galatama.

Salah satunya dengan merekrut pemain-pemain bagus. Ternyata, salah satu pemain bidikan adalah Parlin Siagian.

Ini seakan kenangan lama kembali dibuka. Sepuluh tahun lalu, Parlin merupakan pemain yang dibuang oleh Persebaya.

Kondisi itu memaksa lelaki yang kini menjadi asisten pelatih di Putra Kalteng tersebut harus mencari klub lain. Di Kramayudha Tiga Berlian (KTB) akhirnya dia bergabung dan namanya ikut melambung.

''Alasannya, saya dijadikan sebagai senior di Persebaya,'' ungkap Parlin.

Di tim yang punya penggemar fanatik itu, dia hanya semusim. Cedera yang mulai membekap membuat Parlin kesulitan menembus pemain utama.

''Di Liga Indonesia musim 1995/1996, saya dapat tawaran ke Persema Malang. Pelatihna, Nino Sutrisno, mengajak ke sana,'' ujar Parlin.

Ternyata, tim asal Kota Apel itu menjadi pelabuhan terakhir dalam karirnya. Dalam sebuah latihan, cedera lututnya kambuh.

''Saya akhirnya memilih pensiun. Cedera lutut sudah tak bisa diajak kompromi,'' ungkap lelaki kelahiran 1967 tersebut.

Usai gantung sepatu, Parlin tetap tak bisa pisah dari sepak bola. Hanya, sekarang, terjun sebagai pelatih menjadi pilihan.

Memulai karir kepelatihan dari klub di tempat tinggalnya, dia pernah memoles beberapa klub seperti Persida Sidoarjo dan Persenga Nganjuk.

Musim 2017 ini, Parlin diajak oleh mantan rekannya di Kramayudha Tiga Berlian (KTB) Kashartadi. Dia dipilih selain pernah satu tim saat menjadi pemain, ternyata menjadi teman diskusi Kashartadi.

''Ini duet pertama kami sebagai pelatih,'' pungkas Parlin. (*/tamat)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com