www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Selasa, 04 Juli 2017

Dedy Sutanto, Kiper Juara Persebaya yang Nyaris Pensiun Dini (1)

Dedy Sutanto di rumahnya di Bogangin
Bela Setengah Musim saat Juara

Namanya memang tak setenar kiper-kiper Persebaya Surabaya yang lain. Namun, dia pernah menjadi bagian sejarah saat tim legendaris itu juara.
--
YANG tak biasa atau belum pernah, mencari rumahnya butuh ketelitian. Sebaiknya, Anda harus bertanya.

Seperti yang dialami oleh penulis. Karena malam hari, rumah yang ditempati Dedy Sutanto tersebut terlewati. Untung, lelaki yang kini berusia 36 tahun tersebut menjemput setelah terlewat hampir 500 meter. Ya, sekarang Dedy lebih banyak tinggal di Bogangin I, Surabaya. Jalan masuk ke tempatnya tinggal tidak terlalu besar.

 ''Saya banyak di Bogangin. Saya menunggui ayah yang sakit,'' kata Dedy.

Dia tak bisa lama-lama meninggalkan ayahnya. Meski untuk itu, dia meninggalkan rumah yang sempat ditinggali bersama istri di kawasan Sidoarjo.

Selain itu, Bogangin punya sejarah bagi perjalanan hidupnya. Di rumah tersebut, dia berangkat ke lapangan untuk berlatih bersama Sakti.

''Saya mulai gabung klub Sakti sejak kelas 1 SMP. Saya juga tidak pindah ke klub-klub lain,'' terang Dedy.

Beruntung baginya, di Sakti, dia punya sosok Machrus Afif. Pelatihnya tersebut punya bekal pelatihan kiper yang mumpuni. Ini karena dia pernah mengawal gawang Persebaya Surabaya di era 1990-an.

Hanya, dia butuh lama untuk mendapat kesempatan emas. Pada 2003, sebuah panggilan telepon dari Machrus sempat mengejutkannya. Persebaya membutuhkan tenaganya.

 ''Saya terpantau pelatih Jacksen (F. Tiago) saat Persebaya menghadapi Sakti. Banyak peluang Persebaya mampu saya gagalkan,'' ungkap Dedy.

Awalnya, dia tak percaya. Alasannya, ujar Dedy, Green Force, julukan Persebaya, sudah mempunyai sosok Hendro Kartiko dan Hendra Prasetya.

''Saya kepanggil karena ada kiper yang mundur. Saya langsung aja siap bergabung,'' terang Dedy.

Meski tak pernah main, tapi namanya tercatat dalam tinta emas Persebaya. Dedy merupakan salah satu punggawa tim asal Kota Pahlawan, julukan Persebaya, saat menjadi juara di musim 2003/2004.

Dalam sebuah foto yang terpajang di rumahnya, Dedy berdiri di tengah. Rambutnya masih terurai sebahu. (*/bersambung)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com