www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Rabu, 12 Juli 2017

Jefri Dwi Hadi, Cicipi Timnas Usai Antar Klub Juara (1)

Ke Surabaya untuk Kembangkan Karir

Namanya lama berkibar di pentas sepak bola. Dia pun tercatat sebagai pemain yang pernah mengenakan kostum dengan logo Garuda di dada.
--
KAOS yang dikenakan hijau bergaris putih. Sekilas mirip dengan kostum Persebaya.

Untung bukan. Si pemakai kaos memang belum pernah bergabung dengan klub yang didukung Bonek tersebut.

Tak lama berselang, sebuah topi ala yang dipakai pelatih senior Sartono Anwar, yang kini menangani tim Liga 2 Madiun Putra, dikenakan. Dia bersama penulis dan mantan bintang timnas Indonesia Uston Nawawi pun bergegas masuk mobil.

Saat ini, Jefri Dwi Hadi, sosok yang memakai kaos hijau dan bertopi, memang tengah dekat dengan Uston. Ini karena keduanya tengah berkolaborasi menukangi tim Liga 3 Putra Jombang.

Baginya, menjadi pelatih juga menjadi pilihan usai memutuskan pensiun sebagai pemain. Klub terakhir yang dibelanya adalah Sidoarjo United di ajang Liga 2.

''Sambil belajar. Jadi pelatih di internal Askab Sidoarjo yang pertama,'' ujar Jefri.

Dia mengakui menjadi pelatih bukan hal yang mudah. Hanya, pengalamannya segudang sebagai pesepak bola ikut membantu.

Di pentas sepak bola nasional, nama Jefri cukup dikenal. Apalagi, dia sudah lama malang melintang.

Karir sepak bola di mulai dari kampung halamannya di Blitar, Jawa Timur. Namun, keinginan untuk maju membuat dia hijrah ke Surabaya.

''Saya bergabung dengan Putra Gelora. Setelah itu, sempat ke Persebaya Junior dan Pelajar Jatim,'' lanjut lelaki yang kini berusia 36 tahun tersebut.

Bakat Jefri di Kota Pahlawan, julukan Surabaya, terendus klub di ajang kompetisi PSSI. Namun, Putra Gelora tak mau melepaskan begitu saja.
 Kebetulan, Putra Gelora berintuk di klub Divisi Utama, Gelora Dewata, Bali. Keduanya sama-sama milik tokoh sepak bola. H. M. Mislan. (*/bersambung)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com