www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Rabu, 12 Juli 2017

-- Jefri Dwi Hadi, Cicipi Timnas Usai Antar Klub Juara (2)



Mampu Tembus Persaingan dengan Para Senior

Bakatnya yang menjanjikan membuat Jefri Dwi Hadi jadi buruan. Namun, klub seatap, Gelora Dewata, yang beruntung meminang.
--
NYALI Jefri Dwi Hadi diuji. Di usia masih belasan, dia harus pergi ke Bali.
 Namun, kepergiannya itu bukan berwisata. Dia harus ke Pulau Dewata, julukan Bali, karena direkrut tim Divisi Utama, Gelora Dewata.

 ''Ada beberapa pemain muda yang diambil Gelora Dewata. Jadi saya tetap ada teman di sana,'' kenang Jefri.

Meski berasal dari manajemen yang sama, tapi bukan hal yang mudah baginya untuk menembus skuad Gelora Dewata. Dia harus bersaing dengan para penggawa senior seperti Nus Yadera.

''Pelatih fair, yang bagus yang dipasang. Jadi saya semangat,'' ujar Jefri.

Lambat laun, dia bisa menembus kerasnya persaingan. Bahkan, posisinya sebagai gelandang tak tergantikan.

Ternyata, Gelora Dewata mulai ancang-ancang hengkang. Sidoarjo menjadi tujuan utama. Alasannya, Kota Udang, julukan Sidoarjo, punya stadion yang sangat layak yang baru saja dipakai menggelar pertandingan Pekan Olahraga Nasional (PON).

Hanya, posisi pelatih masih dipegang Sinyo Hartono. Di tangan dia, bakat dan kemampuan Jefri semakin melesat.

Hanya, nama Gelora Dewata sudah berganti menjadi menjadi Gelora Putra Delta (GPD). Musim berganti, pada 2002, Sinyo Hartono hengkang ke Persebaya Surabaya.

Otomatis jabatannya digantikan. Yudi Suryata menjadi arsitek tim dan setelah itu Suharno masuk.

Namun, itu tak membuat peranan Jefri tergantikan. Dia tetap menjadi nyawa permainan The Lobster, julukan Deltras, nama baru pengganti GPD.

Pada 2003, kemampuannya terpantau PSSI Jatim. Mereka memanggilnya untuk persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON). (*/bersambung)



0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com