www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Sabtu, 29 Juli 2017

Jefri Dwi Hadi, Cicipi Timnas Usai Antar Klub Juara (4)

Di Timnas Indonesia, posisinya nyaris tak tergoyahkan. Sayang, pergantian pelatih memberikan dampak besar baginya.
--
PERSIAPAN Indonesia menuju Piala Asia 2007 termasuk serius. Mereka ditangani oleh pelatih asal Inggris Peter Withe.

 ''Selain itu, kami juga menggelar pemusatan latihan di luar negeri. Tiongkok menjadi negara yang kami datangi,''kata Jefri Dwi Hadi

 Tujuannya untuk meraih hasil bagus dalam ajang pesta sepak bola negara-negara Asia tersebut. Apalagi, Indonesia menyandang status tuan rumah.

 Sayang, semuanya menjadi berantakan. Kegagalan Withe membuat Indonesia bersinar di Piala AFF (Federasi Sepak Bola Asia Tenggara) memberikan dampak besar.

 Lelaki yang pernah menjadi pemain klub Premier League Aston Villa tersebut terdepak. Sebagai gantinya masuk Ivan Venkov Kolev asal Bulgaria.

 ''Masuknya Kolev berpengaruh di tim. Dia memasukan pemain-pemain yang sesuai dengannya,'' terang Jefri.

 Ini membuat Jefri terdepak. Alasannya, stamina dan daya tahan lelaki yang kini berusia 36 tahun tersebut kurang dari kriteria yang ditetapkan Kolev.

 ''Saya kembali ke Persik Kediri lagi. Saat itu, Persik tengah membangun kekuatan,'' ujarnya.

 Beberapa pemain nasional seperti Mahyadi Panggabean, Saktiawan Sinaga, dan kiper Marcus Horison didatangkan dari PSMS Medan. Ada juga pemain asing Danilo Fernando dan Christian Gonzales.

 Sayang, di tengah jalan, tim bertabur bintang tersebut kesulitan dana. Hanya, Jefri tetap bertahan bersama Macan Putih.

 Usai dari Persik, Jefri sempat kembali ke Deltras. Petualangannya sempat merambah Persema Malang.

 ''Klub Kalimantan yang satu-satunya saya bela adalah Persiba. Namun, itu hanya setengah musim,'' jelas Jefri.

 Itu terjadi ketika kompetisi sepak bola Indonesia terpecah menjadi dua (dualisme). Persema yang berlaga di LPI membuat dia ke Beruang Madu, julukan Persiba.

 Sayang, dia tak mau memperpanjang kontraknya di sana. Dengan nilai kontrak yang turun, Jefri memilih balik ke Jawa.

 ''Semusim di Persik Kediri dan semusim di Deltras lagi,'' kenang Jefri.

Kompetisi yang vakum karena PSSI dibekukan FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional) membuat Jefri akhirnya memilih pensiun sebagai pemain. (*/bersambung)











Juara PON Jadi Pintu Keluar Pindah


Mendapat panggilan dari PSSI Jatim dijawab dengan prestasi oleh Jefri Dwi Hadi. Selain itu, medali emas menjadi pintu pembuka baginya keluar dari Deltras.

--

PENAMPILAN gemilang di kompetisi membuat Jefri Dwi Hadi dapat panggilan. Bukan timnas tapi oleh PSSI Jawa Timur.


Dia direkrut masuk tim yang dipersiapkan ke Pekan Olahraga Nasional (PON). Tujuannya, Jatim bisa mempertahankan tradisi dalam ajang empat tahunan tersebut.


 ''Namun, dalam persiapan, saya sempat mengalami cedera. Saya pasrah kalau dicoret nantinya,'' ungkap Jefri.


Tapi, pelatih PON Jatim Mustaqim lebih memilih menunggu untuk sembuh. Dia yakin Jefri menjadi bagian dari ketangguhan lini tengahnya.


 ''Saya akhirnya sembuh dan bisa tampil di PON Palembang. Emas bisa diraih Jatim bersama Papua,'' kenang lelaki asal Blitar tersebut.


Hasil PON semakin melambungkan namanya. Apalagi, di tim tersebut ada nama Iwan Budiyanto, yang menjadi manajer Persik Kediri.


Jefri mendapat tawaran Iwan untuk bergabung dengan Macan Putih, julukan Persik. Sebenarnya, bukan hanya dia, beberapa penggawa PON Jatim mendapat tawaran serupa.


 ''Jadinya, saya pindah usai PON. Persik menjadi klub pertama yang saya bela selain Deltras,'' jelas Jefri.


 Di musim pertamanya, Jefri belum bisa memberikan banyak konstribusi bagi Persik. Nah, baru di musim 2006, dia mampu membuktikan bahwa Macan Putih tak salah merekrutnya.


 ''Pelatihnya Daniel Roekito. Saat itu, Persik menjadi tim bertabur bintang,'' jelas lelaki yang kini menjadi asisten Uston Nawawi, mantan bintang timnas Indonesia, di Putra Jombang, tim Liga 3.


Ketika itu, tim asal Kota Tahu itu diperkuat pemain asing dengan kualitas jempolan seperti Danilo Fernando asal Brasil dan Cristian Gonzalez asal Uruguay.


Dalam final yang dilaksanakan di Stadion Manahan, Solo, pada 30 Juli, Persik mengalahkan PSIS Semarang dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang disumbangkan Cristian Gonzales pada masa perpanjangan waktu, tepatnya menit ke-109.


Dalam partai pemungkas ini, Jefri tampil hingga menit ke-55. Setelah itu, posisinya digantikan Suswanto.


Hanya, beda dengan ketika Persik juara tiga tahun sebelumnya, Jefri tak memperoleh tawaran sebagai PNS. Dia hanya mendapat uang serta pegawai honorer.


 Namun, sukses membawa Persik juara memberikan berkah baginya. Jefri mendapat kepercayaan masuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia proyeksi Piala Asia 2007.


 ''Selain saya, ada juga Harianto Sapari dan Budi Sudarsono. Pelatihnya Peter Withe,'' jelas Jefri. (*/bersambung)




0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com